Warung Online

Jual Kamboja Kering Dan Basah

Pohon kamboja, khususnya kamboja berbunga putih (Plumeira alba), masih dipandang sebelah mata. Sebab, kebanyakan tanaman ini tumbuh di kuburan. Tidak jarang, orang menyebutnya sebagai bunga kuburan. Bunganya yang telah dikeringkan, lantas ditumbuk halus, banyak dipakai sebagai bahan baku wewangian, kosmetik, industri kerajinan dupa, spa, serta teh herbal. Untuk harga perkilo, kami tidak mematok harga paten dikarenakan harga yang tidak stabil dan berubah sewaktu-waktu. Jika anda berminat, silahkan hubungi kami atau jika anda ada di Banjarmasin, bisa datang langsung ke tempat kami.
Dikirim oleh : Kamboja Kering, banjarmasin, 081334232727 | Kunjungi Website

Dijual Rumah ada sarang Walet-Tulungagung

Dijual Rumah Murah ada sarang Walet lengkap Dengan Instalasi Speaker, lb 90m2 sarang walet 3x7m diatas ada kolam, rumah monyet untuk walet 2x2m. Harga 175juta tanpa perantara Bila ada yang berminat langsung hubungi kami
Dikirim oleh : Rumah Murah, Bangoan kedungwaru Tulungagung, 081351015777 | Kunjungi Website
Tampilkan postingan dengan label Supranatural. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Supranatural. Tampilkan semua postingan

Mengupas Demonology Ilmu Tentang Roh Jahat

Para penganut okultisme dalam dunia barat atau benua Eropa dan Amerika memang menarik perhatian, baik dari jaman Pra-Kristen bahkan sampai aliran kepercayaan terbanyak pengikutnya itu merambah mereka.

Ilmu Pengetahuan Mengenai yang Tidak Terlihat?

ilustrasi www.anehdidunia.com
Begitu melihat judulnya, kita tentu akan pesimis.kenapa? karena nama ilmu ini memang mempelajari suatu entitas yang tidak terlihat, bahkan banyak orang yang meragukan keberadaan entitas tersebut.

Demonologi itu berasal dari bahasa latin, Daemon dan Logos. Daemon itu artinya roh jahat dan Logos berarti ilmu, berarti demonologi adalah ilmu yang mempelajari tentang roh-roh jahat atau iblis. Anda pasti berpikir kalau ilmu ini sulit untuk dibahas maupun dimengerti, sebenarnya tidak juga. Karena yang kuliah di ilmu Teologi saja pasti wajib mengambil mata kuliah ini.

Tapi jika anda berpikir kalau ilmu ini membahas suatu bualan belaka, itu terserah menurut penilaian Anda. Karena cabang ilmu yang terlalu luas, maka akan kita amati para pelaku praktek Okultisme di Eropa maupun Amerika sebelum dijamah oleh para penginjil maupun jaman dimana sesudahnya.
Dari Raja Sampai Kisah Seorang Pemuda

Ada beberapa atau malah banyak sekali tokoh besar yang memberikan sumbangsih penting mereka dalam bidang ini. Beberapa tokoh sudah dikenal banyak orang dengan status pekerjaan yang lumayan terpandang, adapula yang malahan anonim, pun ada juga dari golongan sastrawan. Mereka menulis umumnya bukan asal njeplak atau menghayal, tapi kebanyakan berdasarkan pengalaman pribadi.

Tokoh terbesar dalam naskah demonologi atau Okultisme di dunia barat adalah seorang Raja besar yang diamini oleh tiga golongan agama besar: Kristen, Muslim, dan Yahudi. Petunjuk berikutnya ia adalah salah satu dari Raja Besar Daud, ya orang itu adalah Salomo atau dengan nama arab Sulaiman. Ia adalah putra kesekian dari banyak istri Daud (biasanya kalau pada jaman itu, poligami yang dilakukan oleh kaum bangsawan sangat diperbolehkan). Setelah raja besar Daud mangkat, maka tugas itu pun dijatuhkan pada Salomo. Raja muda ini memiliki ambisi besar, ia membangun kuil untuk Tuhan dengan ukuran yang sangat besar dan luas.

ilustrasi www.anehdidunia.com
Setelah proyek itu selesai, diadakanlah upacara besar-besaran, dengan kurban bakaran dan kurban sembelihan mencapai ribuan ekor sapi dan kambing, dan sang rajalah yang memimpin upacara tersebut. Namun, seperti terbius ia malah bermimpi mendengar suara dari langit yang berkata: “Kamu sudah menyenangkan hati-Ku, apapun permintaanmu akan Kukabulkan”, janji suara itu.

Salomo yang serba kecukupan itu tidak meminta apapun, kecuali kebijaksanaan, dan dia diberi karunia itu oleh Pemilik Suara (Bisa dilihat dalam Perjanjian Lama kitab Nubuat Salomo mengenai kisah Salomo yang mendamaikan dua janda yang berebut 1 bayi) tapi, ternyata ia diberi bonus lebih, ia diberi wewenang untuk memerintah roh jahat, berbicara dengan hewan, dan mengatur alam.

Bahkan konon ia menuliskan semua hal tentang 72 Raja Iblis besar, dan kini buku itulah yang dianut oleh banyak okultis Eropa. Nama buku itu “Lemegeton Clavicula Salomonis”. Buku yang menjadi panutan para penyihir Barat itu berisi bagaimana cara memanggil beragam makhluk tak kasat mata ini. Bahkan sang Rajapun dijuluki sebagai penyihir terbesar sepanjang masa.

Berbeda dengan Salomo, berbeda juga dengan seorang pemuda bernama Tobias. Kisah yang ditulis dalam kitab Tobias dalam perjanjian baru ini mengisahkan seorang pemuda baik-baik, rajin berdoa dan alim bernama Tobias. Namun ternyata ia memiliki seorang ayah yang buta dan ibunya tidak diketahui ada dimana, dan ia tidak pernah mengeluh masalah ini.

Selayaknya seorang pemuda, pada suatu waktu iapun akhirnya kasmaran dengan seorang janda bernama Sarah putri dari Raguel. Namun bukan karena ditolak atau ada hal-hal lain yang membuat Tobias agak khawatir, Masalahya yaitu, Sarah telah menikah sebanyak tujuh kali dan semua suaminya meninggal mendadak saat malam pertama! Tobias pun sempat bergidik juga...

Kemudian muncullah sosok pemuda yang mengaku sebagai utusan Tuhan, dia bernama Raphael ( nama ini bukanlah skuad muda dari club liga inggris MU ). Ia menawarkan bantuan pada Tobias untuk mematahkan kutukan anti-suami yang dimiliki Sarah. Bahkan sahabat anehdidunia.com ia menunjukkan kesaktiannya dengan menyembuhkan kebutaan sang ayah sehingga muncullah kepercayaan Tobias padanya. Setelah semuanya siap, mereka berdua berangkat hendak meminang Sarah.

Seakan tidak pernah jauh dari halangan dan rintangan, ditengah jalan dikatakan jika mereka berdua diserang oleh seekor ikan raksasa! (Tidak diketahui apakah itu hiu atau paus) Namun Tobias berhasil mengalahkannya dan Raphael menyarankan untuk mengambil limpa hewan besar itu.

ilustrasi www.anehdidunia.com
Kemudian Raphael mengatakan kejadian yang sebenarnya, yaitu makhluk tersebut adalah seorang hantu yang bernama Asmoday (namun dalam buku Salomo ia dikatakan sebagai seorang Raja Neraka) yang juga menyukai Sarah, sehingga dia tidak rela ada manusia lain yang menikahi gadis itu. Dialah yang menjadi biang keladi kutukan itu. Tobias yang sempat bergidik disuruh Raphael untuk percaya pada Tuhan. Raphael juga menyarankan saat upacara pernikahan nanti, supaya limpa itu dibakar di atas arang.

Syukurlah rencana berjalan lancar sampai akhirnya Sarah pun menikah dengan Tobias, namun saat Malam Pertama, sang hantu menampakkan dirinya dan hendak membunuh Tobias. Pemuda itu dengan sigap mengambil pedupaan yang dibuatnya dan entah kenapa sang hantu berteriak kesakitan dan ia pun menghilang.

Ditulis dalam kitab itu juga kalau sang hantu kabur ke mesir, dan dengan cepat Raphael mengejarnya dan menghukum makhluk itu di sana. Pemuda Raphael itu pun membongkar identitasnya kalau ia adalah seorang malaikat utusan Tuhan. Kita juga mengenal nama pemuda itu sebagai seorang Malaikat Agung bersama dengan Gabriel dan Mikhael.

Dari Pemimpin Agama Sampai Sastrawan
Ada yang kenal dengan Paus Honorius? Pemimpin umat Katolik yang hidup di abad pertengahan ini juga ternyata memiliki pengalaman spiritual yang mendalam, namun sayangnya hal tersebut masih dirahasiakan sampai saat ini.

Namun yang jelas, pengalaman spiritual itu beliau tulis dengan nama “Grimoire of Pope Honorius”, isinya tidak jauh berbeda dengan kepunyaannya Salomo, tapi disertai berbagai cara ritual untuk berdoa melalui perantaraan beberapa malaikat.

Bagi yang menggeluti bidang sastra terutama Sastra Inggris pasti mengenal kumpulan buku sajak yang bernama “Paradise Lost” alias Surga Yang Hilang hasil karya dari John Milton. Mungkin penyair yang satu ini terkesan dengan kisah dari Kitab Wahyu yang amatlah rumit karena tersusun dari kumpulan sajak yang tidak jelas artinya. Tapi tampaknya kejeniusan penyair yang satu ini dapat ia tuangkan dalam sebuah sajak yang tak kalah indahnya, yang terdiri dari enam buku kecil, yang menceritakan kisah jatuhnya para malaikat pemberontak sampai kisah penciptaan.

Ia mampu menggambarkan bagaimana ganasnya surga yang menjadi medan tempur antara Michael dan Lucifer (yang jika dilihat dari Kitab Wahyu tampak seru dan menegangkan) diubah menjadi permainan kata-kata halus penuh dengan nilai sastra. Bahkan kekalahan Lucifer ia gambarkan dengan sangat anggun.

Ia menggambarkan peperangan itu hanyalah perang mental, dimana akhirnya Michael berhasil melunturkan semangat dan keberanian Lucifer sehingga ia dengan lapang dada mengalah dan terusir dari surga. Ia juga menggambarkan betapa megahnya surga, dan betapa jayanya Mesias (Kristus) saat memukul mundur pemberontak, semua itu dirangkum dalam sebuah sajak!

Percampuran Antara Kristianitas dan Animisme
Kebanyakan mereka di dunia Barat yang mengaku sebagai cenayang, penyihir, atau apapun namanya, memadukan budaya dan tatacara (inkulturasi) kristen dengan animisme mereka. Misalnya mereka menggunakan media lilin warna-warni, kemenyan, dan simbol-simbol tertentu yang mereka yakini sebagai simbol iblis atau malaikat (budaya animisme) dan media salib, patung Yesus, Maria, atau orang suci lainnya (kristen).

Mereka yang mengaku mengikuti aliran putih (baik) misalnya menggunakan media-media seperti di atas untuk menyembuhkan penyakit, menetralkan racun, atau mengundang malaikat tertentu dengan menggunakan upacara menolak bala. Sedangkan mereka yang menganut aliran hitam (jahat) biasanya menggunakan buku tulisan Nabi Salomo di atas atau buku-buku sejenis untuk memperbudak atau bahkan mengadakan semacam kontrak dengan Iblis. Contohnya adalah Faust yang terkenal itu, konon ia menjual jiwanya pada Iblis yang bernama Mephistopeles demi mendapatkan pengetahuan.

Tergantung pada Masing-Masing Pribadi
Tidak tahu apakah okultisme demonologi ini menjadi salah satu mata kuliah wajib dalam ilmu Teologi, namun ilmu ini wajib dipelajari jika belajar Teologi di negara-negara yang tingkat pendidikannya sudah maju, macam Vatikan, Inggris, dan lain-lain.

Karena itulah berita atau hal-hal mengenai sesuatu yang tak kasat mata bagi beberapa orang memang sangat menarik perhatian. Namun yang pasti ada pepatah mengatakan bahwa suatu misteri yang tidak kita ketahui memang cukup menarik untuk disimak dan dipelajari.


sumber:http://forum.vivanews.co.id

Misteri Patung Menari Manado


Patung??? bagi sebagian orang melihat patung merupakan hal yang biasa saja. Namun Patung dapat dikatakan memiliki kekuatan magis apabila dapat bergerak dan melakukan sesuatu. Di Bali beberapa patung masih sangat disakralkan. Setiap hari atau di hari-hari tertentu patung di Bali diberikan sesajian karena patung tersebut disucikan atau dikeramatkan.


Namun berbeda di sebuah daerah di Manado, dua buah sosok patung yang terdapat di sebuah bangunan museum di kota Manado ini dikabarkan dapat bergerak melakukan sebuah tarian sendiri pada jam-jam tertentu. Patung tersebut merupakan sosok patung Pria dan Wanita yang sedang menari.

Bagaimana Kisah lengkapnya?

Patung ini memperlihatkan 1 orang pria (bahasa minahasanya Tole) dan 1 orang wanita (bahasa minahasanya Keke) mereka di gambarkan sedang menari tarian khas Minahasa "Maengket" Patung ini terletak di halaman Gedung Taman budaya manado dekat dengan Gedung Pameran nya.

Menurut sumber dan sesepuh orang sekitar, Patung ini dibangun kira kira sejak tahun 80-an. Kabar yang berhembus mengatakan bahwa patung ini akan bergerak pada jam-jam tertentu, dan kedua patung ini akan menari dengan sangat tertata.

Menurut beberapa warga yang tinggal di daerah itu, patung ini nanti akan bergerak setelah jam 12 malam ke atas dan hanya akan bergerak jika suasananya sepi, memang daerah tempat patung ini berada terkenal angker, bukan sedikit orang yang hilang secara misterius di daerah ini.

Ini adalah gerakan sang patung yang pernah terlihat:



Lokasi tempat patung ini berada, adalah daerah angker dan rawan kriminalisasi.

Baca juga Adegan Film SAW Yang Paling Sadis

sumber:http://forum.viva.co.id/sosial-dan-budaya/757091-misteri-patung-menari-dari-manado.html

Misteri Gunung Lipan Kalimantan

Gunung Lipan, tentu terasa aneh dan merasa heran, karena pada umumnya para pendaki dan petualang tak pernah mendengar nama itu. Memang, gunung Lipan hanya banyak di ketahui oleh yang mempunyai usia lebih dari 70 tahun keatas, bagi generasi setelahnya, tentu asing. Hanya tersisa cerita saja tentang lokasi gunung Lipan, hutan Bambangan dan tentang asal nama gunung Lipan tersebut. Dan inilah beberapa kisah misteri gunung Lipan.


Jika kamu akan melakukan perjalanan Samarinda - Balikpapan, maka kamu pasti melewati Gunung Lipan, tepatnya di pinggir Sungai Mahakam dan terdapat restoran Lipan Hills disana, dengan tanjakan yang berkelok - kelok.

Tapi tahukah bahwa Gunung Lipan sebenarnya adalah sebuah perkampungan para makhluk halus yang kebanyakan bertubuh kerdil, dan pada celah gunung terdapat sebuah air terjun yang menurut cerita sangat segar jika di minum dan dimandikan pada tubuh. Dan sesekali kita juga dapat menjumpai binatang dengan sebutan Lipan dengan ukuran 50 cm dan lebar tubuhnya hampir sama dengan daun kelapa.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_CjRzaENRL84URcPYjCFmNfn2f3FR3Ip6-mjST9mW8Ia4ncH18lGrlf1RXH2JJFNj70zxYxhD0rLafI1aF-1JMlF37tsqSLcgOdWY9IwMj6FE6LSFsdEDO9G5S5F6y4QW7oLPWRt2Qig/s1600/conrit.jpg

Seperti yang diceritakan Pak Imbran seorang warga asli daerah Gunung Lipan yang saat ini telah menjadi perkampungan ramai penduduk. Menurut ceritanya, kala itu ia sedang pergi ke hutan mencari rotan, dan ketika melewati air terjun, entah dari mana asalnya, ia melihat seorang putri yang sedang terbang dan turun perlahan disebuah batu dekat air terjun tersebut.

Kemudian sang putri pun melepas selendang dan baju luarnya yang berwarna hijau gemerlap, kemudian sang putri pun mandi diair terjun tersebut. Tapi, disisi lain, ternyata selendang dan baju luar sang putri tadi, dijaga oleh puluhan lipan dengan ukuran cukup besar dan berwarna cokelat kehitam - hitaman. “Saya ingat hari itu hari Kamis dan waktu itu hujan gerimis, saya berteduh dibawah pohon bambu. “ ungkap Pak Imbran yang kini tinggal di Loa Hui kampung Harapan Baru Kelurahan Loa Janan Ilir.

Tidak hanya Lipan saja ternyata yang menghuni daerah tersebut, menurut cerita disana juga terdapat para makhluk gaib yang bertubuh kerdil dan sering berkeliaran, termasuk kerap berbaur dengan warga asli setempat.

Dan biasanya jika keberadaan mereka diketahui, maka makhluk gaib tersebut cepat sekali menghilang dan memasuki hutan dan tak pernah ada yang melihat lagi. Masyarakat yang pernah bertemu orang orang gaib tersebut, biasanya berasal dari perkampungan yang ada dihutan gunung Bambangan, tak begitu jauh dari Gunung Lipan.

Kehidupan makhluk gaib tersebut juga ternyata tak jauh beda dengan manusia, menurut sejumlah pengakuan, bahwa sang makhluk gaib juga berkeluarga ada suami, istri dan anak - anak. Makhluk tersebut terkadang tak tahan terlalu lama berbaur dengan manusia, dan mereka kerap kepanasan, apalagi dirumah manusai terdapat kitab suci Al-quran.

Tetapi pada dasarnya mereka tak pernah menggangu, bahkan mereka sering memberi bermacam - macam hadiah. Jika mereka memberi kita batu, maka batu itu bisa menjadi batu berharga seperti berlian, begitu pula jika mereka memberi buah atau kunyit. Buah atau kunyit ini bisa menjadi gumpalan emas murni.

Dulu ada beberapa anggota masyarakat yang mencoba memasuki kawasan gunung Bambangan, namun apapun yang mereka dilakukan tak pernah berhasil menemui orang orang kerdil dan gaib tersebut. Dan pertemuan bisa saja terjadi, jika orang - orang gaib tersebut menghendaki.

Almarhum Haji Umbah Ramli, seorang Kepala Kampung Harapan Baru pernah menceritakan pengalaman gaibnya. Haji Umbah mengatakan bahwa suatu hari ia pernah diundang pada acara pernikahan oleh satu keluarga di Gunung Lipan.

Undangan tersebut agak terkesan mendadak, soalnya ketika ia baru saja pulang dari Kota Samarinda, ditengah jalan ia dicegat atau dihadang dan langsung digiring menuju upacara pesta perkawinan. Sebagai seorang Kepala Kampung, tentunya Haji Umbah mengenal seluruh warga kampungnya.

Tapi kenapa pada saat itu, ia yang semula belum pernah melihat atau mengenal orang yang mengundangnya, tiba - tiba saja ia merasa seperti sudah akrab dan kenal lama dengan keluarga sang pengundang tersebut. Usai pesta tersebut, Haji Umbah kemudian diantar pulang, sampai dipinggir jalan besar yang menuju rumah haji Umbah tersebut.

Sesampainya dirumah lanjut Haji Umbah, ia baru tersadar dengan peristiwa yang baru saja ia alami. Dengan rasa penasaran tinggi, ia membawa beberapa warganya untuk kembali ketempat pesta perkawinan tersebut. Namun sayang, ketika mereka sampai ditempat dimana menurut Haji Umbah diantar oleh tuan rumah pesta yakni dipinggir jalan besar tersebut, kini Haji Umbah tak tahu dimana jalan besar dan jalan kecil yang tak jauh dari rumahnya.

Mereka hanya disuguhi pemandangan berupa hutan dan semak belukar, dan anehnya lagi, Haji Umbah dan beberapa warganya mencium harumnya aroma masakan disekeliling mereka. Setelah beberapa detik menimamti aroma tersebut, mereka dikagetkan dengan datangnya puluhan bahkan ratusan lipan dengan ukuran lumayan besar dan mengelilingi mereka. Dengan perasaan aneh bercampur takut, akhirnya Haji Umbah dan lainnya memutuskan untuk pergi dan pulang ke rumah masing - masing.

Samarinda Kota maupun Samarinda Seberang dulunya banyak cerita atau kisah - kisah misteri dan banyak terdapat daerah angker, tapi hingga kini misteri tersebut tak pernah terpecahkan keberadaannya. Adapun cerita nyata dan hal gaib yang banyak dialami warga, yakni Gunung Permandian yang telah banyak memakan korban, hingga muncul cerita adanya roh - roh gentayangan anak - anak Belanda yang dulunya terkubur disana.

Seringnya terjadi kecelakaan di gunung Lipan
Masih banyak lagi cerita atau hal - hal mistis lainnya mengenai sejarah Gunung Lipan atau lainnya di Samarinda ini. Namun seolah tak dihiraukan lagi dan pesatnya kehidupan umat manusia, sehingga misteri dan sejarah terjadinya Gunung Lipan dan lainnya hanya tinggal kenangan dan tak banyak yang dapat menceriatakan kembali secara terperinci mengenai sejarah tersebut.

Padahal dulu, setiap setahun sekali diadakan Pelas Kampung dengan memberikan sesaji, untuk mereka yang tak terlihat. Tujuannya adalah agar manusia biasa yang tinggal ditempat tersebut tidak diganggu oleh mahluk - mahluk gaib yang juga tinggal disana.

Walau demikian, sepatutnyalah para generasi muda untuk lebih mengenal dan memahami sejarah tentang asal - usul tempat atau pun nama tempat yang ada daerahnya, sama halnya dengan “Gunung Lipan”.


sumber:http://www.belantaraindonesia.org/2011/01/mistik-di-gunung-lipan.html

Menangkal Santet Dengan Hukum Fisika

http://anehdidunia.com

Santet, teluh, sihir atau apapun namanya adalah energi negatif yang mampu merusak kehidupan seseorang, berupa terkena penyakit, kehancuran rumah tangga hingga sampai kematian. Berbagai penyelidikan pun telah banyak dilakukan ilmuwan terhadap fenomena santet dan sejenisnya. Tentu metode penelitian para ilmuwan agak berbeda dengan agamawan.

Jika para agamawan memakai rujukan dalil-dalil kitab suci (ayat kitabiyah), maka para ilmuwan menggunakan ayat kauniyah (alam semesta) untuk menyelidiki santet ini. Penyelidikan yang menggunakan ayat kauniyah tentunya harus memiliki metode yang sifatnya ilmiah, mulai dari mencari kasus-kasus santet, tipe-tipe santet, gejala, akibat dan sebagainya.

Lalu kemudian dilakukan berbagai eksperimen untuk penyembuhannya. Salah satu kesimpulan / pendapat yang mengemuka adalah santet itu sebenarnya adalah energi. Sahabat anehdidunia.com kenapa dalam kasus santet bisa masuk paku, kalajengking, penggorengan, dan lainnya, bisa dijelaskan melalui proses materialisasi energi.

Nah, santet dan mahluk halus itu ternyata energi yang bermuatan (-). Bumipun ternyata memiliki muatan (-). Dalam hukum C Coulomb dikatakan bahwa muatan yang senama akan saling tolak menolak dan muatan yang tidak senama justru akan tarik menarik. Rumusnya :

F = K * ((Q1*Q2)/R^2)

F = gaya tarik menarik

K = Konstanta

Q1, Q2 = muatan

R = jarak

Nah karena demit alias mahluk halus dan bumi itu sama-sama bermuatan (-) makanya para demit itu tidaklah menyentuh bumi. Orang tua jaman dulu juga sering mengingatkan jika bicara dengan orang yang tidak dikenal pada malam hari maka lihatlah apakah kakinya menapak ke bumi atau tidak. Jika tidak, maka ia berarti golongan mahluk halus.

Begitu juga dengan santet yang ternyata bermuatan (-), maka secara fisika bisa ditanggulangi atau ditangkal dengan hukum C Coulomb ini. Disini kita tidak membahas metode melawan santet dengan zikir karena sudah banyak dibahas tapi kita akan mencoba menawarkan alternatif lainnya yang bisa bersifat “standalone” (untuk non muslim) maupun digabungkan dengan zikir (untuk muslim).

Beberapa Metodenya :

1. Tidurlah di lantai yang langsung menyentuh bumi.


Boleh gunakan alas tidur asal tidak lebih dari 15 Cm. Dengan tidur di lantai maka santet kesulitan masuk karena terhalang muatan (-) dari bumi.

2. Membuat alat elektronik yang mampu memancarkan gelombang bermuatan (-).


Mahluk halus, jin, santet, dll akan menjauh jika terkena getaran alat ini. Tapi kelemahan alat ini tidak mampu mendeteksi mahluk baik dan jahat. Jadi, alat ini akan “menghajar” mahluk apa saja. Jika ada jin baik dan jin jahat maka keduanya akan “diusir” juga.

3. Menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan (-).


Bagi yang peka spiritual, aura tanaman ini adalah terasa “dingin”. Pohon yang memiliki muatan (-) diantaranya : dadap, pacar air, kelor, bambu kuning dll. Tanaman sejenis ini paling tidak disukai mahluk halus. Biasanya tanaman bermuatan (-) ini tidaklah mencengkram terlalu kuat di tanah (bumi) dibandingkan dengan tanaman bermuatan (+)

Lain halnya dengan pohon yang memiliki muatan (+) seperti pohon asem, beringin, belimbing, kemuning, alas randu, dll maka phohon sejenis ini tentu akan menarik mahluk halus dan seringkali dijadikan tempat tinggal. Hal ini dikarenakan ada gaya tarik menarik antara pohon (+) dan mahluk halus (-) sesuai hukum C Coulomb.

Terlepas dari berhasil atau tidaknya cara-cara di atas, semuanya pasti akan kembali bergantung pada Kekuasaan Tuhan Sang Pencipta. Sahabat www.anehdidunia.com cara yang paling ampuh untuk menangkal segala hal buruk yang ada di sekeliling kita adalah tetap berserah dan mendekatkan diri kepada-Nya sembari mengharapkan perlindungan-Nya.


sumber:http://apakabardunia.info/cara-menangkal-serangan-santet-menurut-hukum-fisika/

Yaje Jembatan Ke Gerbang Dunia Supranatural

http://anehdidunia.com

Suku indian di Amerika, khususnya di Amazon selalu memiliki dukun-dukun sakti yang bisa menyembuhkan penyakit, bahkan meramal masa depan. Misteri ini bertahun-tahun diteliti oleh ilmuwan mencari penyebabnya.

Ternyata ada satu tumbuhan yang bisa membuat seseorang mengalami halusinasi dan mengantarnya ke gerbang supranatural. Tanaman ini adalah sejenis anggur rambat yang oleh para ahli botani disebut Banisteriopsis caapi. Sahabat anehdidunia.com bila batangnya direbus atau direndam air kemudian diracik dengan bahan-bahan alamiah lainnya, hasilnya adalah bahan halusinogenik yang mereka sebut Yaje (baca: ya-hei) atau Ayahuasca - Anggur bagi sang Jiwa.

Dalam tradisi masyarakat terasing di Amazon, telah terbentuk kepercayaan dasar yang menganggap suci upacara minum Yaje. Amaru atau dukun wanita, kendi tempat abu sembahyang, dan roh di alam semesta adalah bagian dari kenyataan.

 
Setelah meminum Yaje, biasanya mereka merasakan satu atau beberapa gejala mulai dari pusing, berkeringat, gemetar, kejang, mual, muntah yang berkepanjangan, diare hebat, mengalirnya lendir dari hidung, terteror rasa takut, dan dorongan bertindak agresif. Tapi setelahnya? Sungguh luar biasa, pemakai akan merasa berpindah ke dunia maya tanpa batas yang menakjubkan, sejelas pemandangan dalam kehidupan nyata.

Ahli etnobotani dari Harvard, Wade Davis, pernah tinggal di Amazon selama lebih dari setahun, atas permintaan Profesor Richard Evans Schultes, perintis dan pakar yang masyhur dalam psikofarmakologi (ilmu yang mempelajari zat-zat halusinogen). Dari sang profesor ia mendapatkan beberapa tips yang salah satunya adalah untuk, "Jangan pernah pulang sebelum mencoba Yaje".

Memang, bagi beberapa kelompok masyarakat di Amazon, minum sedikit Yaje biasa mereka lakukan di banyak kesempatan dengan beragam tujuan. Bagi mereka, Yaje adalah "obat" yang potensial mengobati gangguan fisik dan mental.

Suku Amahuaca yang terkenal ahli berburu menghubungkan kepekaan mereka saat berburu dengan kemampuan melihat roh binatang setelah minum Yaje sehingga mereka bisa mempelajari gerakan dan kebiasaan hewan buruannya. Sahabat anehdidunia.com sedangkan suku Tukanoan menggunakan Yaje untuk berkomunikasi dengan nenek moyang mereka dan menjelajahi langit.

Dalam catatan Davis untuk Richard Evans Schultes tentang suku Kofan, "Yaje adalah sumber semua pengetahuan pada seluruh masyarakat. Minum Yaje berarti belajar. Dari sinilah setiap orang beroleh kekuatan dan tuntunan hidup."

http://anehdidunia.com

Bila kebanyakan halusinogen menghasilkan gambaran yang sangat variatif antara satu orang dengan yang lainnya, tidak demikian dengan Yaje. Bahkan pada pemakai baru yang tidak mengenal baik tradisi budaya Amerika Selatan, Yaje juga memberikan gambaran halusinasi yang sama, berupa harimau atau ular besar.

Kenyataan ini sudah lama menjadi tanda tanya bagi para psikolog. Ada yang berpendapat, gambaran ini mungkin akibat simpanan memori yang diturunkan secara genetik, berupa isyarat rasa takut yang tertanam jauh di dalam gen manusia, yang dimunculkan kembali oleh Yaje.

Penglihatan akibat Yaje punya kesamaan lain. Orang yang mengalaminya dapat memasukkan pikirannya ke benak orang atau makhluk lain. Kemampuan itu berasal dari senyawa dalam anggur Banisteriopsis - yang sekarang disebut harmine. Pantaslah semula mereka menjulukinya telepathine. Wade Davis pun tak heran, dukun mampu menyihir binatang di hutan untuk datang "menyerahkan diri" sebagai hewan persembahan.

Baca juga Kutu Yang Hidup Di Rambut Kemaluan

Silahkan Share dengan teman anda melalui tombol share di bawah blog ini dan Dapatkan Update Terbaru dari Kami Gratis atau Mau Berkomentar? Silahkan Follow Twitter Blog ini @blackberrism atau Klik di sini, Untuk Facebook like Di sini. Komentar, Mention dan Retweet anda akan Otomatis Tampil  Di Halaman Depan Blog ini. Mari Berteman dengan Pengunjung yang lain. Terimakasih
sumber:http://www.jurukunci.net/2012/12/misteri-yaje-gerbang-ke-dunia.html#.UM-Rz6A8pO4

Kekuatan Gaib Keris Pusaka Jawa

http://anehdidunia.com

Senjata tajam tradisional yang sangat popular bagi orang Jawa adalah keris. Bagi orang jawa khususnya, keris merupakan sebuah benda pusaka yang telah diakui memiliki kekuatan tertentu. Kekuatan fisik dan kekuatan non-fisik. Kekuatan fisik dari sebuah keris yaitu mampu menahan beban tekan, tekuk (bending), beban kejut, beban impak dan beban puntir.

Kekuatan fisik ini diperoleh karena sebuah keris diciptakan dari material pilihan dan mengaplikasikan perlakuan pemanasan (heat treatment) yang baik. Bentuk material pilihan adalah material penyusun benda pusaka ini mayoritas berasal dari benda angkasa luar yang jatuh ke permukaan bumi yang disebut dengan meteor.

Mengapa nenek moyang kita dahulu dalam membuat sebuah keris dipilih dari bahan meteor? Telah kita ketahui bersama bahwa meteor adalah benda langit baik itu bintang, planet maupun satelit yang jatuh ke permukaan bumi yang dalam proses perjalanannya mengalami gesekan antara body benda langit dengan udara yang ada disekitarnya. Sahabat anehdiduniadotcom semakin lama waktu yang dibutuhkan meteor untuk menuju ke bumi akan semakin bertambah kecepatannya, karena kecepatan jatuh meteor berbanding lurus dengan gaya gravitasi bumi.

Akibat kecepatan yang sangat tinggi ini mengakibatkan gaya gesek antara permukaan meteor dengan udara sekitar mengalami peningkatan juga. Sedangkan efek dari kedua benda yang mengalami gesekan adalah timbulnya kenaikan temperatur yang sebanding dengan besar gaya gesek yang diterimanya.

Gaya gesek antara permukaan meteor dengan udara sekitar sangat tinggi sehingga permukaan meteor akan terbakar dengan temperatur yang semakin meningkat. Maka sangatlah tepat sekali apabila benda langit ini dipergunakan sebagai material dasar untuk membuat sebuah benda pusaka berupa keris.

http://anehdidunia.com

Kekuatan dari sebuah keris tidak hanya berasal dari kekuatan fisik saja namun ada kekuatan non-fisik yang memperkuat kekuatan fisik dari sebuah keris. Kekuatan fisik dari sebuah keris berasal dari kekuatan material penyusun keris tersebut. Sedangkan kekuatan nan-fisik dari sebuah keris tidaklah benar kalau penyebabnya adalah material penyusun benda pusaka meskipun berasal dari langit sekalipun. Akan tetapi lebih dimungkinkan adanya mahluk gaib yang bersarang di dakam pusaka keris tersebut.

Mahluk gaib (dikenal dengan nama jin) tersebut berada pada dimensi imajiner sehingga bagi orang-orang tertentu (yang dapat memasuki dimensi imajiner) dapat melihatnya. Mahluk inilah yang mempengaruhi kekuatan sebuah keris yang tidak bergantung pada jenis material yang diaplikasikan. Sahabat www.anehdidunia.com dengan kekuatan tersebut maka sebuah keris mampu untuk mempengaruhi emosional si pemilik/pemegang keris tersebut, seperti menjadi lebih pemberani.

Kekuatan non-fisik sebuah keris dapat juga berupa keris dapat bergetar sendiri apabila ada seorang atau hewan buas yang siap untuk menikam pemegang keris pusaka tersebut. Maka setiap keris yang diyakini memiliki kekuatan non-fisik pasti dilakukan ritual-ritual khusus terutama setiap Bulan Suro.

Ritual-ritual tersebut merupakan salah satu komunikasi antara keris pusaka dan mahluk berdimensi imajiner dengan perantara pemilik keris. Sehingga dengan dilakukannya ritual tersebut sebenarnya akan menambah kekuatan non-fisik sebuah benda pusaka berupa keris tersebut. 

Baca juga Rela Disetubuhi Untuk Penebusan Dosa

Silahkan Share dengan teman anda melalui tombol share di bawah blog ini dan Dapatkan Update Terbaru dari Kami Gratis atau Mau Berkomentar? Silahkan Follow Twitter Blog ini @blackberrism atau Klik di sini, Untuk Facebook like Di sini. Komentar, Mention dan Retweet anda akan Otomatis Tampil  Di Halaman Depan Blog ini. Mari Berteman dengan Pengunjung yang lain. Terimakasih
sumber:http://makassaronline.blogspot.com/2012/03/kekuatan-gaib-keris-pusaka-jawa.html

Misteri Pohon Angker TPU Jeruk Purut


Siapa tidak kenal dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut. Konon Jeruk Purut identik dengan hantu pastur dengan kepala yang terpenggal seperti cerita yang pernah dibuat dalam karya film.

Pemakaman yang mulai digunakan warga sejak tahun 1978 itu ternyata ada kuburan keramat Syeikh Waliallah Wan Salim atau biasa disebut Habieb Salim. Lantas siapa habieb Salim ini, dia merupakan keturunan dari seorang wali yang dikenal dengan nama Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad Husain Ass Syafi'i Sunnira atau biasa disebut mbah Priok.

Habieb Salim telah meninggal ratusan tahun lalu. Dia tokoh Islam yang juga dikagumi oleh warga Jakarta terutama daerah Jeruk Purut. Satu keluarga garis keturunan Habieb Salim dimakamkan di Jeruk Purut.

Makam Habieb Salim disebut makam keramat, karena sering digunakan masyarakat untuk memperlancar permintaan. Hal ini diceritakan salah satu penjaga parkir TPU Jeruk Purut yang telah 8 tahun bekerja di sana. Nama laki-laki berusia 38 Tahun itu, Dayat.

Dayat menceritakan kalau makam keramat Habieb Salim sering dipergunakan warga untuk berdoa dan meminta permintaan. Seperti bagi yang masih bersekolah untuk memperlancar ujian. Bagi yang masih mencari kerja untuk segera mendapat kerja.

Biasanya yang berdoa meminta sesuatu di depan makam Habieb Salim adalah perkumpulan pengajian yang berasal dari Jabodetabek. Jika permintaan terkabul maka wajib menyerahkan seekor ayam hidup ditaruh di sekitar makam Habieb Salim. "Ya paling sering minta diluluskan ujian, kalau tidak lekas dapat kerja tapi kalau sudah terpenuhi harus serahkan seekor ayam hidup di sini, nanti ayam itu juga buat warga," ujar Dayat kepada merdeka.com, di TPU Jeruk Purut.

Makam Habieb Salim berada di tengah dengan ukuran 6 m x 6 m. Mudah untuk menemui makam kramat tersebut, ada bangunan rumah kecil dengan sekeliling pohon kamboja, kalau malam cahaya penerangan paling terang di tempat tersebut. Ketika merdeka.com berada di lokasi makam Habieb Salim. Makam tersebut berada di dalam bangun rumah, di mana ada makam kakek, nenek, istri dan anak-anaknya. Total ada 6 makam di dalam rumah tersebut. Di sekeliling depan samping kiri adalah makam keluarga keturunan Habieb Salim.

Lantas hal mistis apa yang ada di makam keramat tersebut. Menurut Dayat, makam tersebut dijaga oleh para jin Islam. Kalau berkunjung wajib untuk mengucapkan doa agar senantiasa dijaga oleh Habieb Salim. Boleh percaya boleh tidak, ada kejadian ketika TPU ini dijadikan lokasi syuting acara reality show happy family yang dipandu oleh Rubben Onshu. Kata Dayat, pernah syuting dengan tema jalangkung ternyata yang terjadi jalangkung benar.

Begitu pula ketika acara uji nyali Transtv melakukan syuting di pemakaman ini. Karena tidak izin terlebih dahulu ke makam Habieb Salim, ada 5 kru yang kerasukan. "Ada waktu itu 5 kru Transtv kerasukan waktu syuting acara uji karena tidak izin dulu ke makam Habieb, harusnya selametan dulu," jelasnya.

Ada juga cerita buldozer terjun ke bawah saat melakukan pembangunan jalan di area makam. Lagi-lagi pembangun jalan tersebut belum melakukan izin dan selametan di makam Habieb. "Biasanya kalau sudah izin dan melakukan selametan, Insya Allah dijaga sama Habieb," tandasnya. Larangan keras bagi para wanita yang sedang haid untuk mengunjungi TPU ini. Karena banyak kejadian kesurupan pada wanita haid. Biasanya yang merasuki pun makhluk halus sejenis kuntilanak.

"Sering kejadian kerasukan itu ke perempuan haid, karena kuntilanak suka dengan bau-bau amis," katanya.

 www.anehdidunia.com

Lantas di mana letak hantu pastur berada, menurut Dayat hantu berjubah hitam berada 5 meter sebelum makam keramat Habieb Salim. Tetapi paling angker di TPU Jeruk Purut adalah pohon Benda. Katanya, pohon yang berdiri ratusan tahun adalah pusatnya para dedemit berkumpul.

Di pohon Benda itu Ki Joko Bodo pernah melakukan pertapaan selama dua hari sekitar tahun 2005. Selanjutnya seorang warga asal bogor melakukan ritual yang sama seperti Ki Joko Bodo. Tetapi tidak sekuat Ki Joko Bodo. "Dulu pernah Ki Joko Bodo tapa di pohon Benda, dia mengakui kalau pohon itu aura mistisnya kuat sekali," ujar dia.
Pada pohon Benda terdapat keris yang sering diincar oleh para pemilik kekuatan mistis. Namun sayang sekali upaya untuk mengambil keris tersebut tidak pernah berhasil. Jika ada orang yang bisa mengambil keris yang ditanam di dalam pohon, maka menurut Dayat akan sakti kekuatan orang tersebut.

Baca juga Gemar Nonton Film Gituan Bikin Pria Susah Terangsang

Silahkan Share dengan teman anda melalui tombol share di bawah blog ini dan Dapatkan Update Terbaru dari Kami Gratis atau Mau Berkomentar? Silahkan Follow Twitter Blog ini @blackberrism atau Klik di sini, Untuk Facebook like Di sini. Komentar, Mention dan Retweet anda akan Otomatis Tampil  Di Halaman Depan Blog ini. Mari Berteman dengan Pengunjung yang lain. Terimakasih
sumber:http://makassaronline.blogspot.com/2012/06/misteri-pohon-angker-di-tpu-jeruk-purut.html

Mitos Misteri Wewe Gombel

www.anehdidunia.com
ilustrasi gambar wewe gombel
Mitos Misteri - Semasa kecil banyak sekali mitos tentang sosok hantu yang diceritakan pada anak-anak hanya untuk menakut-nakuti agar tidak berbuat yang macam-macam. Beberapa cerita mitos tentang makhluk gaib semasa kecil sepeti Wewe Gombel atau Kolong Wewe, Hantu Bebe, Genderuwo, Sundel Bolong dan lain sebagianya. Sampai saat inipun cerita – cerita akan sosok makhluk gaib tersebut masih menjadi sebuah tanda tanya besar apakah sosok itu benar-benar ada atau tidak. Sahabat anehdidunia.com banyak orang yang mengatakan pernah melihat diantara hatu tersebut namun beberapa orang lainnya mengatakan bahwa sosok tersebut hanya fiktif belaka.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/8/88/Wewe_Illustration.jpg/438px-Wewe_Illustration.jpg
ilustrasi wikipedia

Salah satu sosok yang amat menyeramkan adalah sosok dari hantu yang biasa disebut Wewe Gombel atau Kolong Wewe. Cerita akan hantu Wewe Gombel ini muncul dari cerita tanah Jawa sejak dulu. Wewe Gombel sendiri merupakan saalh satu istilah yang digunakan oleh orang Jawa untuk menyebut roh halus atau roh jahat yang selalu menculik anak-anak diwaktu malam hari.

www.anehdidunia.com
ilustrasi
Sebelumnya sosok Wewe Gombel ini merupakan mitos semata yang kala itu diceritakan kepada anak-anak agar tidak berkeliaran malam hari di luar rumah, jika keluar atau masih bermain di malam hari maka akan diculik oleh kolong wewe atau wewe gombel tersebut. Dengan mitos tersebut maka anak-anak menjadi takut dan tidak keluar malam hari. Wewe gombel sendiri digambarkan dengan sosok perempuan tua yang wajahnya penuh dengan keriput, rambutnya putih, dengan payudaranya yang panjang dan amat menjijikan.

www.anehdidunia.com
Ilustrasi kolong wewe
Sosok menyeramkan dan menjijikan ini pernah terjadi di daerah Jawa Barat dan di Semarang Jawa Tengah. Kala itu beberapa orang tua mengaku bahwa anaknya di culik oleh Wewe Gombel selama dua hari, sudah dicari kemana – mana tetapi tidak ditemukan. Setelah dua hari berlangsung anak – anak tersebut di temukan berada di sekitar hutan dekat pemukiman mereka. anak – anak tersebut dalam keadaan syok, mukanya yang pucat dan menjadi sangat pendiam.

www.anehdidunia.com
Gambar Ilustrasi wewe Gombel
Setelah diobati anak-anak tersebet mengaku digendong dan dibawa lari oleh sosok wanita tua yang payudaranya besar dan tubuhnya berwarna hitam. Mereka diculik dan disembunyikan oleh sosok Wewe gombel tersbeut di sebuah balik pohon besar tempat wewe gombel itu tinggal. Dari cerita inlah sosok kolong wewe atau wewe gombel menjadi suatu kenyataan bagi beberapa masyarakat dan membuat mereka takut membiarkan anaknya sendiri berada di luar rumah pada malam hari. Ternyata mitos ini masih samar kebenarannya tetapi tetap saja sahabat anehdidunia.com perlu waspada suatu ketika sosok itu muncul disekitar kita ;)

Baca juga Mencuri Istri Orang Suku Wodaabe

Silahkan Share dengan teman anda melalui tombol share di bawah blog ini dan Dapatkan Update Terbaru dari Kami Gratis atau Mau Berkomentar? Silahkan Follow Twitter Blog ini @blackberrism atau Klik di sini, Untuk Facebook like Di sini. Komentar, Mention dan Retweet anda akan Otomatis Tampil  Di Halaman Depan Blog ini. Mari Berteman dengan Pengunjung yang lain. Terimakasih

Kumpulan Foto Hantu Terkenal Di Seluruh Dunia

Kumpulan foto mahluk halus yang terkenal di dunia. Fenomena mahluk halus tidak pernah bosan di bahas ataupun di teliti. Seperti di Indonesia sendiri, banyak juga orang yang secara tak sengaja mengambil gambar kehadiran mahluk halus itu di foto. Dan di beberapa Negara juga demikian. Sahabat anehdidunia.com banyak orang yang mengambil foto, tak sengaja ikut merekam kehadiran mahluk halus tersebut. Ingin tahu seperti apa foto mahluk halus dari Negara lain ? Persiapkan mental anda lebih dahulu :


Diambil di Corroboree Rock at Alice Springs, Northern Territory, Australia pada tahun 1959, foto ini muncul untuk menunjukkan seorang wanita memegang tangan ke arah wajahnya, mengintip keluar ke kejauhan

www.anehdidunia.com

Warga dari Quezon City, Filipina, mengarahkan jelas kamera di Drive Balete di malam hari. Mereka mengatakan seorang wanita di putih dengan rambut hitam panjang, wajahnya berlumuran darah, berdiri di tengah jalan.

www.anehdidunia.com

Wanita ini mengunjungi Pusat Fleet Air Arm di Yelverton, Somerset, pada tahun 1987. Berpose untuk difoto, dia bilang dia merasa aneh dingin, meskipun itu hari yang panas. Dia juga mengklaim dia adalah satu-satunya di pesawat ... jadi, siapa itu duduk disebelah kanan?


Chloe adalah seorang budak rumah di sebuah perkebunan Myrtle di St Francisville, Louisiana. Setelah tertangkap mengintip percakapan pribadi tuannya, sang majikan memotong telinganya. Mencari cara balas dendam, Chloe lalu memanggang kue dari daun oleander beracun, dimaksudkan untuk bos yang kejam , tapi salah sasaran ke istri dan putri majikan yang memakan kue itu. Chloe melarikan diri tetapi digantung oleh sesame budak. Dia masih menghantui perkebunan sampai hari ini

www.anehdidunia.com

Ini foto awal abad 20 dari Queen Anne yang indah gaya biro diambil atas permintaan dealer furnitur oleh Montague Cooper. Cooper bingung, namun, untuk menjelaskan tangan transparan yang muncul untuk beristirahat di dekat bagian atas biro.

www.anehdidunia.com

Foto-foto ini diambil oleh Guy Winters ketika ia dan teman sedang menyelidiki rumah O'Hare di Greencastle, Indiana. Foto-foto di atas adalah hasil yang luar biasa dari Guy gambar mengambil dari salah satu jendela lantai atas. Citra seorang wanita hantu uap merah muda agak jelas.


Foto ini diambil selama Perang Saudara Amerika. Hantu, diyakini bahwa seorang prajurit tewas, ditangkap berjalan naik tangga ini di ruang bawah tanah

www.anehdidunia.com

Diane dan Peter Berthelot mengunjungi Worstead Gereja di Norfolk pada tahun 1975. Peter mengambil foto istrinya berdoa diam-diam di bangku. Mereka tidak menyadari sampai kemudian bahwa dia tidak sendirian. Pendeta Pettit, vikaris gereja. menjelaskan kepada Diane tentang legenda Lady Putih. Dipercayai bahwa hantu itu adalah seorang penyembuh yang muncul ketika seseorang dekat sangat membutuhkan penyembuhan. Dan memang saat itu Diane dalam keadaan sakit dan sedang mengonsumsi antibiotik. Diane sembuh setelah mengunjungi gereja itu. Kini gereja telah berubah fungsi menjadi sebuah pub.

www.anehdidunia.com

Foto ini diambil pada 16 November 1968 ketika Robert A. Ferguson, penulis Telemetri Psikis: New Key to Health, Wealth, dan Hidup Sempurna, sedang memberikan pidato di konvensi Spiritualist di Los Angeles, California. Samar-samar muncul di samping Ferguson adalah sosok yang ia kemudian diidentifikasi sebagai saudaranya, Walter, yang meninggal pada tahun 1944 selama Perang Dunia II.

www.anehdidunia.com

Seorang wanita bernama Mrs Andrews mengunjungi makam putrinya di sebuah pemakaman di Queensland, Australia pada tahun 1946 atau 1947. Putrinya Joyce telah meninggal sekitar setahun sebelumnya, pada tahun 1945, pada usia 17. Ketika film dicetak, Mrs.Andrews terkejut melihat gambar anak kecil duduk dengan gembira di makam putrinya. Menyelidiki kasus ini, Australia paranormal peneliti Tony Healy mengunjungi pemakaman di akhir 1990-an. Dekat makam Joyce ia menemukan kuburan dari dua bayi perempuan.

www.anehdidunia.com

Pada tahun 1924, SS Watertown sedang dalam perjalanan ke Terusan Panama dari New York City ketika James Courtney dan Michael Meehan dibunuh oleh asap gas dalam sebuah kecelakaan saat membersihkan tangki kargo. Segera setelah itu, awak melihat dua wajah dalam air mengikuti kapal

www.anehdidunia.com

Dua orang terlihat bekerja pada renovasi untuk rumah sakit tua dan 'kosong' pada tahun 1918 - tapi di balkon paling kiri, mereka tidak sendirian

www.anehdidunia.com

Ini foto yang menarik, yang diambil pada tahun 1919, pertama kali diterbitkan pada tahun 1975 oleh Sir Victor Goddard, seorang perwira RAF pensiunan. Foto tersebut adalah potret sekelompok skuadron Goddard, yang pernah bertugas di Perang Dunia I di fasilitas pelatihan HMS Daedalus. Wajah hantu ekstra muncul di foto. Di belakang pilot diposisikan pada baris atas, keempat dari kiri, jelas dapat melihat wajah Freddy Jackson, seorang montir udara yang telah terbunuh oleh baling-baling pesawat dua hari sebelumnya. Anggota skuadron dengan mudah mengenali wajah itu sebagai Jackson. Tampaknya Jackson, tidak menyadari kematiannya, memutuskan untuk muncul untuk foto grup.


Ini potret "The Lady Brown" hantu yang paling terkenal dan dianggap baik yang pernah diambil. Hantu ini dipercaya adalah Lady Dorothy Townshend, istri dari Charles Townshend, 2nd Viscount dari Raynham, warga Raynham Hall di Norfolk, Inggris pada awal 1700-an. Ada rumor bahwa Dorothy, sebelum pernikahannya dengan Charles, telah menjadi nyonya Lord Wharton. Charles menduga Dorothy berselingkuh. Meskipun menurut catatan hukum dia meninggal dan dimakamkan pada tahun 1726, diduga bahwa pemakaman adalah palsu dan bahwa Charles telah mengunci istrinya pergi di sudut terpencil rumah sampai kematiannya bertahun-tahun kemudian.

www.anehdidunia.com

Ini foto dari Combermere Abbey perpustakaan diambil pada tahun 1891 oleh Sybell Corbet. Sosok pria samar-samar terlihat duduk di kursi di sebelah kiri. Hal ini diyakini sebagai hantu Lord Combermere. Lord Combermere adalah seorang komandan kavaleri Inggris di awal 1800-an. Combermere Abbey, terletak di Cheshire, Inggris, didirikan oleh biarawan Benediktin di 1133. Pada tahun 1814, Sir Stapleton Cotton, keturunan Sir George, mengambil gelar "Lord Combermere" dan pada tahun 1817 menjadi menjadi Gubernur Barbados. Lord Combermere meninggal pada tahun 1891, yang telah dipukul dan dibunuh oleh kereta kuda. Pada saat Sybell Corbet mengambil foto di atas, pemakaman Combermere yang sedang berlangsung sekitar empat mil jauhnya.


Rev Ralph Hardy, seorang pendeta pensiunan dari White Rock, British Columbia, mengambil foto ini di tahun 1966. Dia memotret tangga spiral elegan (dikenal sebagai "Tangga Tulip") di bagian House Ratu Museum Maritim Nasional di Greenwich, Inggris. Setelah pembangunan, namun foto tersebut mengungkapkan terselubung sosok menaiki tangga, tampak untuk memegang pagar dengan kedua tangan. Kejadian-kejadian hantu lainnya termasuk paduan suara dijelaskan nyanyian anak-anak, sosok seorang wanita pucat panik mengepel darah di bawah Tangga Tulip (itu mengatakan bahwa 300 tahun yang lalu pembantu terlempar dari pegangan tertinggi, terjun 50 meter berakhir pada kematian), membanting pintu, dan bahkan wisatawan yang terjepit oleh jari tak terlihat.

www.anehdidunia.com

Foto ini diambil selama investigasi Bachelor Grove pemakaman dekat Chicago oleh Penelitian Ghost Masyarakat (GRS) . Pada tanggal 10 Agustus 1991, beberapa anggota dari GRS berada di pemakaman, kuburan, kecil ditinggalkan di tepi Rubio Woods Forest Preserve, di dekat pinggiran kota Midlothian, Illinois. Terkenal sebagai salah satu kuburan paling berhantu di AS, GRS anggota Mari Huff mengambil foto hitam dan putih dengan kamera kecepatan tinggi inframerah di daerah di mana kelompok itu mengalami beberapa anomali dengan hantu-berburu peralatan mereka. Kuburan itu kosong. Ketika dikembangkan, gambar ini muncul: apa yang tampak seperti seorang wanita kesepian yang tampak muda berpakaian putih duduk pada batu nisan. Bagian tubuhnya yang transparan sebagian dan gaya berpakaian tampaknya sudah ketinggalan zaman.

www.anehdidunia.com

Mrs Mabel Chinnery mengunjungi makam dari ibunya pada tahun 1959. Dia membawa kamera untuk mengambil foto-foto kuburan tersebut. Setelah memotret beberapa gambar nisan ibunya, ia mengambil foto dadakan suaminya, yang sedang menunggu sendirian di mobil. Ketika film dicetak, pasangan ini terkejut melihat sosok berkacamata duduk di kursi belakang mobil. Mrs Chinnery segera mengenali gambar ibunya - wanita yang kuburan mereka telah dikunjungi pada hari itu.

www.anehdidunia.com

Pada tanggal 22 Januari 1985, Coventry Freeman organisasi memiliki acara makan malam di Guildhall St Mary di Coventry, Inggris. Setiap orang dalam kelompok terlihat kepala tertunduk dalam doa saat foto ini diambil - termasuk berdiri, tokoh besar misterius kiri atas. sosok aneh tampaknya mengenakan pakaian seperti rok seorang biarawan dari waktu lain. Lord Mayor Walter, yang hadir pada makan malam, mengatakan tidak ada seorang pun di acara yang berpakaian seperti biawan. Guildhall St Mary didirikan di abad ke-14 dan menjadi penjara untuk Mary, Ratu Skotlandia.

www.anehdidunia.com

Pada tahun 1982, fotografer Chris Brackley mengambil foto interior Gereja St Botolph London, tapi tidak pernah berharap apa yang akan muncul di film. Tinggi di loteng gereja, terlihat di sudut kanan atas fotonya, merupakan bentuk transparan apa yang tampak seperti seorang wanita.
www.anehdidunia.com

Menurut Brackley, hanya ada tiga orang di dalam gereja pada saat foto itu diambil, dan tidak satupun dari mereka berada di loteng itu.Menurut Records London database Paranormal, "Mr Brackley kemudian dihubungi oleh seorang tukang bangunan yang mengakui wajah yang ia lihat dalam peti mati di gereja."

Baca juga Eksekusi Mati Koruptor Wanita Pertama China

Silahkan Share dengan teman anda melalui tombol share di bawah blog ini dan Dapatkan Update Terbaru dari Kami Gratis atau Mau Berkomentar? Silahkan Follow Twitter Blog ini @blackberrism atau Klik di sini, Untuk Facebook like Di sini. Komentar, Mention dan Retweet anda akan Otomatis Tampil  Di Halaman Depan Blog ini. Mari Berteman dengan Pengunjung yang lain. Terimakasih

Misteri Kitab Sihir Calonarang


Dalam banyak sejarah dan banyak riwayat, Ilmu sihir memang akan lebih ampuh jika dilakukan oleh seorang wanita. Dalam level ilmusihir yang setingkat, penyihir wanita (Witch) akan lebih unggul dibandingkan penyihir pria (Wizard). Tapi ada pula yang berpendapat bahwa jaman dahulu banyak terjadi perendahan martabat wanita, sehingga banyak wanita yang "dituduh" sebagai tukang sihir jahat.


Besar kemungkinan karena pada masa itu sihir yang paling dikenal adalah sihir dewi Isis yang menggunakan simpul tali (simpul dewi Isis) sebagai medium sihir. Sihir ini berasal dari mesir, dan menyebar ke timur tengah. Uniknya sahabat anehdidunia.com, hampir semua penyihir yang melestarikan dan menggunakan simpul Isis sebagai medium sihir, berjenis kelamin wanita.  


Lepas dari itu, yang pasti bahwa ilmu sihir ini berasal dari jaman Babilonia kuno, yang diajarkan oleh dua orang Malaikat Harut dan Marut sebagai cobaan bagi manusia. Kemudian setelah itu SETAN lah yang mengajarkan ilmu sihir itu kepada manusia pada masa kerajaan Sulaiman. Oleh karena itu siapapun yang mempelajari ilmu sihir, berarti dia telah berada dalam kesesatan yang jauh atau kafir. (termasuk harry potter)

Di Indonesia juga ada sebuah legenda yang berawal dari sebuah sejarah tentang seorang penyihir wanita yang dikenal jahat di masa kerajaan Kediri, yang dikenal dengan nama CALONARANG.

File:COLLECTIE TROPENMUSEUM Monster uit de Tjalon Arang dans TMnr 10004741.jpg

Kisah Calonarang awalnya ditulis di naskah daun lontar (tidak diketahui siapa penulisnya) dengan aksara Bali Kuna. Jumlahnya empat naskah, asing-masing bernomor Godex Oriental 4561, 4562, 5279 dan 5387 (lihat Catalogus Juynboll II. P. 300-301; Soewito Santoso 1975; 11-12).

Meskipun aksaranya Bali Kuna, tetapi bahasanya Kawi atau Jawa Kuna. Naskah yang termuda no. 4561, Beberapa bagian dari naskah 4562-5279 dan 5287 tidak lengkap sehingga dengan tiga naskah ini dapat saling melengkapi. Sebenarnya naskah no. 5279 dan 5287 merupakan satu naskah; naskah no. 5279 berisi ceritera bagian depan, sedangkan no. 5387 berisi ceritera bagian belakang. Naskah tertua no. 5279 berangka tahun 1462 Saka (1540 M). Semua naskah tersebut disimpan di Perpustakaan Koninklijk Instituut voor Taal – Land – en Volkenkunde van Ned. Indies di Leiden, Belanda.

Naskah Calon Arang pernah diterbitkan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda oleh Prof. Dr. Poerbatjaraka (lihat “De Calon Arang” dalam BKI 82. 1926: 110-180) dan pada 1975 diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Dr. Soewito santoso (lihat “Calon Arang Si Janda Dari Girah”, Balai Pustaka 1975). Uraian di bawah ini disarikan dari tulisan Dr. Soewito Santoso tersebut.

Ringkasan kisah dalam naskah tersebut terdiri atas dua bagian:
1.Tentang Calon Arang,
2.Tentang pembagian wilayah kerajaan Airlangga kepada dua puteranya.
Dan yang akan kita bahas adalah yang pertama yaitu kisah CalonArang
 Latar Belakang Sejarah
Raja Airlangga (1006-1042 M) memerintah di Jawa Timur sejak 1021 M sesuai dengan isi prasati Pucangan (Calcutta). Pusat kerajaan Airlangga berpindah-pindah karena diserang oleh musuh. Prasasti Terep (1032 M) menyebutkan raja Airlangga lari dari istananya di Watan Mas ke Patakan karena serangan musuh. Prasasti tidak menyebutkan bahwa keraton Airlangga ada di Daha, tetapi naskah Calon Arang ini menyebutkan keraton Airlangga ada di Daha (Kediri).

Pada masa itulah hidup seorang janda yang sangat sakti bernama Dayu Datu dari Desa Girah yaitu Desa pesisir termasuk wilayah Kerajaan Kediri, yang ahli ilmu sihir dan mendirikan sebuah padepokan sihir. Dayu Datu inilah yang kita kenal sebagai Calonarang.
Calon Arang menuliskan semua ilmu sihirnya kedalam sebuah "Kitab", dan kitab sihir inilah yang dalam kisah "dicuri" atau diamankan oleh Mpu Bharadah, yang akhirnya berhasil mengalahkan Calon Arang.

Tidak jelas keberadaan kitab sihir tersebut saat ini, tetapi beberapa orang murid Calon Arang (yang telah mempelajari sebagian ilmu sihir calon arang), melarikan diri ke pulau Bali. Di Bali mereka mengajarkan dan melestarikan sebagian ilmu yang mereka pelajari dari calon arang, dan ilmu itu sekarang kita kenal dengan nama Leak. Oleh karena itulah kisah calon arang ini sangat dekat dengan adat masarakat hindu Bali sehingga calon arang di klaim sebagai orang Bali. Perlu diketahui juga bahwa pada masa itu Bali juga berada dalam kekuasaan Airlangga, dan diperintah oleh adik dari Airlangga sendiri yang bernama Anak Wungsu.

Yang menarik adalah pada masa itu, agama yang populer adalah agama Budha aliran Tantrayana. Tantrayana mengajarkan cara pintas menuju Moksa. Upacara yang dilakukan antara lain menari-nari di atas kuburan dengan iringan musik (instrumen kangsi dan kemanak) sambil minum darah dan makan daging mayat yang dilakukan pada malam hari bertelanjang badan. Ajaran ini kemudian juga dianut oleh raja Kertanegara (1268-1292 M) dari Singasari. Dengan cara demikian terjadilah pertemuan jiwa antara pelaku upacara dengan dewanya (lihat juga naskah Tantu Panggelaran disertasi dari Th. Pigeud 1924). Meskipun Ajaran Tantra dimasudkan untuk kebaikan bukan kejahatan, tapi diyakini Calon Arang juga melakukan ritual yang serupa yang dia lakukan untuk menyembah/memohon pada Btari Durga, yang notabene adalah salah satu dewi agama hindu. Sinkritisme?

Lebih menarik lagi fakta yang diketahui bahwa Mpu Bharada beragama Budha, sedangkan muridnya, yaitu raja Airlangga beragama Hindu


Ilmu Leak adalah sebagian dari Ilmu Sihir Calonarang
Di Bali Ilmu leak dikenal masyarakat luas, ilmu ini memang teramat sadis karena dapat membunuh manusia dalam waktu yang relatif singkat. Ilmu Leak dapat juga menyebabkan manusia mati secara perlahan yang dapat menimbulkan penderitaan yang hebat dan berkepanjangan.

Dalam masyarakat Bali khususnya yang beragama Hindu dikenal dengan istilah “Rua Bineda” yaitu Rua berarti dua dan Bineda berarti berbeda yang artinya ada dua yang selalu berbeda, seperti adanya siang dan malam, ada suka dan duka, ada hidup dan mati. Demikian pula dengan ilmu ini ada ilmu yang beraliran kiri disebut Ilmu Hitam atau Ilmu Pengeleakan dan sebagai penangkalnya ada ilmu yang beraliran kanan atau Ilmu Putih?.
Ilmu Hitam atau Ilmu Pengeleakan, tergolong "Aji Wegig" yaitu aji berarti ilmu, wegig berarti begig yaitu suatu sifat yang suka menggangu orang lain. Karena sifatnya negative, maka ilmu ini sering disebut "Ngiwa".
Ngiwa asal katanya kiwa (Bahasa Bali) artinya kiri.
Ngiwa berarti melakukan perbuatan kiwa alias kiri.
Ilmu leak ini bisa dipelajari pada lontar – lontar yang memuat serangkaian Ilmu Hitam.
Lontar –lontar atau buku – buku jaman kuno yang terbuat dari daun pohon lontar yang dibuat sedemikian rupa dengan ukuran panjang 30 cm dan lebar 3 cm, diatas lontar diisi tulisan aksara Bali dengan bahasa yang sangat sakral.
Murid2 calonarang yang melarikan diri ke bali menuliskan Ilmu Pengleakan pada kitab lontar dan membuatnya dalam empat kitab yaitu :
1. Lontar Cambra Berag,
2. Lontar Sampian Emas,
3. Lontar Tanting Emas,
4. Lontar Jung Biru.
Ilmu leak ini ada tingkatan – tingkatannya yaitu :

1. Ilmu Leak Tingkat Bawah yaitu orang yang bisa ngeleak tersebut bisa merubah wujudnya menjadi binatang seperti monyet, anjing, ayam putih, kambing, babi betina (bangkung) dan lain – lain.

2. Ilmu Leak Tingkat Menengah yaitu orang yang bisa ngeleak pada tingkat ini sudah bisa merubah wujudnya menjadi Burung Garuda bisa terbang tinggi, paruh dan cakarnya berbisa, matanya bisa keluar api, juga bisa berubah wujud menjadi Jaka Tungul atau pohon enau tanpa daun yang batangnya bisa mengeluarkan api dan bau busuk yang beracun.

3. Ilmu Leak Tingkat Tinggi yaitu orang yang bisa ngeleak tingkat ini sudah bisa merubah wujudnya menjadi Bade yaitu berupa menara pengusungan jenasah bertingkat dua puluh satu atau tumpang selikur dalam bahasa Bali dan seluruh tubuh menara tersebut berisi api yang menjalar – jalar sehingga apa saja yang kena sasarannya bisa hangus menjadi abu.
Ilmu Pengleakan Bali sangat menakutkan, dan itu baru SEBAGIAN dari apa yang tertulis dalam kitab calonarang. Bayangkan kalau seluruh ilmu sihir yang ada dalam kitab calonarang ditemukan ....

Calonarang sering disebut Rangda Nateng Girah yaitu Rangda artinya Janda, Nateng artinya Raja (Penguasa). Girah adalah nama suatu desa. Jadi ‘’Rangda Nateng Girah’’ artinya Janda Penguasa desa Girah.

Calonarang adalah Ratu Sihir yang sangat sakti, pada jaman itu bisa membuat wilayah Kerajaan Kediri mengalami Gerubug/Pageblug/Epidemi atau wabah yang dapat mematikan rakyatnya dalam waktu singkat, yaitu pada wilayah pesisir termasuk wilayah desa Girah.
Dibawah ini adalah kisah calonarang versi bali, sehingga calonarang disebut ibu, dan ilmu sihirnya disebut leak. Kisah ini pernah juga di filmkan dan diperankan oleh sang artis ratu horor, Suzzana ...


Kisah Calon Arang
Di Kerajaan Kediri pada masa pemerintahan Airlangga yaitu didesa Girah ada sebuah Perguruan Ilmu Hitam atau Ilmu Sihir yang dipimpin oleh seorang janda yang bernama Ibu Calonarang (nama julukan dari Dayu Datu).

Murid – muridnya semua perempuan dan diantaranya ada empat murid yang ilmunya sudah tergolong tingkat senior antara lain : Nyi Larung, Nyi Lenda, Nyi Lendi, Nyi Sedaksa.
Ibu Calonarang juga mempunyai anak kandung seorang putri yang bernama Diah Ratna Mengali, berparas cantik jelita, tetapi putrinya tidak ada satupun pemuda yang melamarnya.
Karena Diah Ratna Mangali diduga bisa ngelelak, dengan di dasarkan pada hukum keturunan yaitu kalau Ibunya bisa ngeleak maka anaknyapun mewarisi ilmu leak itu, begitulah pengaduan dari Nyi Larung yaitu salah satu muridnya yang paling dipercaya oleh Ibu Calonarang.

http://www.michellechin.net/images/writings/film/kris.jpg

Mendengar pengaduan tersebut, tampak nafas Ibu Calonarang mulai meningkat, pandangan matanya berubah seolah-olah menahan panas hatinya yang membara. Pengaduan tersebut telah membakar darah Ibu Calonarang dan mendidih, terasa muncrat dan tumpah ke otak. Penampilannya yang tadinya tenang, dingin dan sejuk, seketika berubah menjadi panas, gelisah. Kalau diibaratkan Sang Hyang Wisnu berubah menjadi Sang Hyang Brahma, air berubah menjadi api. Tak kuasa Ibu Calonarang menahan amarahnya. Tak kuat tubuhnya yang sudah tua tersebut menahan gempuran fitnah yang telah ditebar oleh masyarakat Kerajaan Kediri.

Ibu Calonarang sangat sedih bercampur berang, sedih karena khawatir putrinya bakal jadi perawan tua, itu berarti keturunannya akan putus dan tidak bisa pula menggendong cucu, berang karena putrinya dituduh bisa ngeleak.

Ibu Calonarang berkata kepada Nyi Larung : “Hai Nyi Larung, penghinaan ini bagaikan air kencing dan kotoran ke wajah dan kepalaku. Aku akan membalas semua ini, rakyat Kediri akan hancur lebur, dan luluh lantak dalam sekejap. Semua orang-orangnya akan mati mendadak. Laki-laki, perempuan, tua muda, semuanya akan menanggung akibat dari fitnah dan penghinaan ini. Kalau tidak tercapai apa yang aku katakan ini, maka lebih baik aku mati, percuma jadi manusia. Kalau Ibu Calonarang ini tidak melakukan balas dendam maka hati ini tidak akan merasa tentram”.

Demikian kata-kata Ibu Calonarang yang sangat mengerikan kalau seandainya hal ini menjadi kenyataan. Nyi Larung kemudian menyahut dan bertanya “Kalau demikian niat Guru, bagaimana kita bisa melakukan hal tersebut”. segera dijawab oleh Ibu Calonarang. “Kau Nyi Larung, ketahuilah, jangan terlalu khawatir akan segala kemampuanku. Aku Ibu Calonarang bukanlah orang sembarangan dan murahan. Kalau tidak yakin dengan diri, maka aku tidak akan sesumbar begitu. Biar mereka tersebut merasakan akibat dari segala perbuatan yang telah mereka lakukan terhadap anakku.

Kau Nyi Larung, Ibu minta agar kau mengumpulkan semua murid-muridku supaya segera masuk ke Pasraman Pengeleakan. “Tunggu sampai tengah malam nanti. Aku akan menurunkan segala ilmu kewisesan yang aku miliki kepada kalian semua. Karena sekarang hari masih terang dan sore, lebih baik engkau semua melakukan pekerjaan seperti biasanya. Aku akan mempersiapkan segala sesuatunya. Nanti malam kita akan berkumpul lagi membicarakan masalah tersebut, dan ingat tidak ada yang boleh tahu mengenai apa yang kita akan lakukan ini, kita akan membuat Kerajaan Kediri gerubung yaitu berupa serangan wabah penyakit yang sulit diobati yang dapat mematikan rakyatnya dalam waktu singkat. Demikian Ibu Calonarang menutup pembicaraannya pada sore hari tersebut, dan semua kembali melakukan kegiatan sebagaimana mestinya.


Gerubug Di Kerajaan Kediri
Diceritakan Rakyat Kerajaan Kediri di siang harinya yang ramai seperti biasanya. Masyarakatnya sebagian besar hidup dari bertani di sawah dengan menanam padi dan palawija. Anak-anak muda semuanya riang gembira bermain sambil mengembalakan sapi dan bebek di sawah. Mereka riang gembira, menemani orang tuanya yang sedang membajak sawah. Ada pula masyarakat yang bekerja sebagai tukang membuat rumah, pondok, bangunan suci seperti pura dan sanggah, atau membuat angkul-angkul atau pintu gerbang, dan lain-lain. Bagi kaum perempuan dan yang bekerja sebagai pedagang dengan menjual kue, nasi, kopi dan ada pula yang menenun kain untuk keperluan sendiri. Ada pula dari golongan pande bekerja khusus membuat perabotan pisau, sabit, parang, cangkul, keris, dan perabotan dari besi lainnya. Bagi yang mempunyai waktu luang yang laki-laki biasanya diisi dengan mengelus-elus ayam aduan, dan bagi yang perempuan digunakan untuk mencari kutu rambut.

Tidak ada terasa hal-hal aneh atau pertanda aneh di siang hari tersebut. Kegiatan masyarakat berlangsung dari pagi sampai sore, bahkan sampai malam hari. Pada malam hari masyarakat yang senang matembang atau bernyanyi melakukan kegiatannya sampai malam. Demikian pula dengan sekaa gong latihan sampai malam di Balai Banjar. Suasananya nyaman, tentram, dan damai sangat terasa ketika itu.


Setelah tengah malam tiba, semua masyarakat telah beristirahat tidur. Suasananya menjadi sangat gelap dan sunyi senyap, ditambah lagi pada hari tersebut adalah hari Kajeng Kliwon. Suatu hari yang dianggap kramat bagi masyarakat. Masyarakat biasanya pantang pergi sampai larut malam pada hari Kajeng Kliwon. Karena hari tersebut dianggap sebagai hari yang angker. Sehingga penduduk tidak ada yang berani keluar sampai larut malam.

Ketika penduduk Rakyat Kediri tertidur lelap di tengah malam, ketika itulah para murid atau sisya Ibu Calonarang yang sudah menjadi leak datang ke Desa-desa wilayah pesisir Kerajaan Kediri. Sinar beraneka warna bertebaran di angkasa. Desa-desa pesisir bagaikan dibakar dari angkasa. Ketika itu, penduduk desa sedang tidur lelap. Kemudian dengan kedatangan pasukan leak tersebut, tiba-tiba saja penduduk desa merasakan udara menjadi panas dan gerah. Angin dingin yang tadinya mendesir sejuk, tiba-tiba hilang dan menjadi panas yang membuat tidur mereka menjadi gelisah. Para anak-anak yang gelisah, dan terdengar tangis para bayi di tengah malam. Lolongan anjing saling bersahutan seketika. Demikian pula suara goak atau burung gagak terdengar di tengah malam. Ketika itu sudah terasa ada yang aneh dan ganjil saat itu. Ditambah lagi dengan adanya bunyi kodok darat yang ramai, padahal ketika itu adalah musim kering. Demikian pula tokek pun ribut saling bersahutan seakan-akan memberitahukan sesuatu kepada penduduk desa. Mendengar dan mengalami suatu yang ganjil tersebut, masyarakat menjadi ketakutan, dan tidak ada yang berani keluar.

Endih atau api jadi-jadian yang berjumlah banyak di angkasa kemudian turun menuju jalan-jalan dan rumah-rumah penduduk desa. Api sebesar sangkar ayam mendarat di perempatan jalan desa, dan diikuti oleh api kecil-kecil warna-warni. Setelah itu para leak yang tadinya terbang berwujud endih, kemudian setelah di bawah berubah wujud menjadi leak beraneka rupa, dan berkeliaran di jalan-jalan desa. Ketika malam itu, ada seorang masyarakat memberanikan diri untuk mengintip dari balik jendela rumahnya. Untuk mengetahui situasi di luar rumah. Namun apa yang dilihatnya? Sangat terkejut orang tersebut menyaksikan kejadian di luar. Orang tersebut, karena saking takutnya, segera ia masuk ke dalam rumah dan mengunci pintunya rapat-rapat, serta segera memohon kehadapan Hyang Maha Kuasa agar diberikan perlindungan. Kemudian orang tersebut mengalami sakit ngeeb atau ketakutan yang berlebihan dan tidak mau bicara.

Para murid atau sisya Ibu Calonarang yang berjumlah tiga puluh empat orang ditambah dengan empat orang muridnya yang sudah senior yaitu Nyi Larung, Nyi Lenda, Nyi Lendi, dan Nyi Sedaksa, semua sudah berada di desa pesisir. Malam yang sangat gelap kemudian ditambah dengan hujan gerimis yang memunculkan bau tanah yang angid, mambuat para leak menjadi semakin bersuka ria. Beberapa bola api bertebaran di angkasa berkejar-kerjaran dan menari-nari. Monyet-monyet besar, anjing bulu kotor, dan babi bertaring panjang berkeliaran di jalan-jalan sepanjang desa wilayah pesisir bercanda bersuka ria. Leak kambing, gegendu kerbau, gegendu jaran tampak jalan-jalan mengitari Kerajaan Kediri. Demikian pula dengan sosok Leak Celuluk yang berkelebat-kelebat dan bersandar di angkul-angkul rumah penduduk. Leak yang berwujud kreb kasa atau kain putih panjang bergulung-gulungan tampak melintang di jalanan. Di perempatan dan pertigaan jalan Desa, sosok Leak berwujud bade atau menara pengusungan mayat sedang menari-nari memenuhi jalanan. Semua leak tersebut menjalankan tugas seperti apa yang diperintahkan oleh gurunya yakni Ibu Calonarang.

Sungguh-sungguh seram memang pada malam itu. Penduduk desa tidak ada yang berani berkutik, apalagi keluar rumah. Para leak di malam itu telah menyebarkan penyakit grubug di desa-desa wilayah pesisir Kerajaan Kediri. Setelah semalaman para leak berpesta pora, maka hari telah menjelang pagi. Tiba saatnya para Leak untuk kembali ke wujud semula. Karena begitulah hukumnya sebagai leak. Waktu mereka adalah di malam hari. Apabila mereka melanggar hukum tersebut maka mereka akan mendapatkan bahaya. Ketika hari menjelang pagi para leak pun kembali ke tempatnya semula, dan pulang ke rumah. Demikian pula dengan Ibu Calonarang beserta Nyi Larung, Nyi Lenda, Nyi Lendi dan Nyi Sedaksa kembali pulang ke rumah setelah pesta pora di malam hari. Sekarang mereka hanya tinggal menunggu hasil dari kerja mereka semalam.

Diceritakan keesokan harinya penduduk desa bangun pagi-pagi. Mereka ramai menceritakan keanehan-keanehan dan keganjilan-keganjilan yang terjadi pada malam harinya. Semuanya menceritakan apa yang mereka rasakan atau apa yang mereka sempat saksikan malam itu dirumah masing-masing. Namun sedang asyiknya mereka bercerita, tiba-tiba saja ada seorang penduduk yang menjerit minta tolong. Orang tersebut mengatakan salah seorang keluarganya tiba-tiba saja sakit perut, muntah-muntah, dan mencret-mencret. Ketika mau memberikan pertolongan kepada penduduk di sebelah Barat tersebut, tiba-tiba saja tetangga di sebelah Timur menjerit minta tolong ada salah seorang keluarganya yang muntah dan mencret. Pagi itu, masyarakat desa menjadi panik. Karena mendadak sebagian penduduk mengalami muntah dan mencret. Bahkan pagi itu, ada beberapa yang telah meninggal. Beberapa lagi belum ada yang sempat diberi obat, tiba-tiba sudah meninggal. Demikian semakin panik masyarakat di desa. Segera saja yang meninggal dikuburkan di setra atau tempat pemakaman mayat, namun ketika pulang dari setra, tiba-tiba saja yang tadinya ikut mengubur menjadi sakit dan meninggal. Demikian seterusnya. Penduduk desa dihantui oleh bahaya maut. Seolah-olah kematian ada di depan hidung mereka. Sungguh mengerikan pemandangan di desa-desa wilayah pesisir Kerajaan Kediri ketika itu. Kerajaan Kediri gempar, sehari-hari orang mengusung mayat kekuburan dalam selisih waktu yang sangat singat.

Menghadapi situasi demikian beberapa penduduk dan prajuru desa mencoba untuk menanyakan kepada para balian atau dukun untuk minta pertolongan. Para balian pun didatangkan ke desa-desa yang kena bencana wabah gerubug. Ternyata mereka juga tidak dapat berbuat banyak menghadapi penyakit gerubug yang dialami penduduk desa. Bahkan, si balian atau dukun yang didatangkan tersebut mengalami mutah berak dan meninggal. Setiap hari kejadian tersebut terus berlangsung. Penduduk desa menjadi bingung dan panik. Ada yang berkehendak untuk mengungsi dan menghindar dari grubug tersebut. Mereka berbondong-bondong meninggalkan desanya. Namun ketika sampai di batas desa, mereka itu mengalami muntah berak dan meninggal seketika. Melihat keadaan seperti itu penduduk yang masih hidup menjadi semakin ketakutan. Ketika malam hari, mereka semua tidak ada yang berani tidur sendirian, dan tidak berani keluar rumah. Lolongan anjing tak henti-hentinya di malam hari. Burung gagak, katak dongkang, semuanya ribut saling bersahutan.

Adanya musibah yang menakutkan bercampur dengan sedih, para penduduk mencoba untuk berpasrah diri dan menyerahkan semuanya kehadapan Ida Sang Hyang Widhi. Setiap saat mereka memuja dan memohon kehadapan beliau agar bencana grubug ini segera berakhir, dan semua penduduk yang masih hidup diberkahi keselamatan dan kekuatan. Di samping itu perlindungan-perlindungan magis dipasang di depan pintu masuk pekarangan dan pintu rumah. Sesuai dengan petunjuk orang pintar atau sesuai dengan kebiasaan para tetuanya terdahulu. Penduduk memasang sesikepan atau pelindung magis seperti daun pandan berduri yang ditulisi tapak dara atau tanda palang dari kapur sirih, berisi bawang merah, bawang putih, jangu, juga benang tri datu yaitu benang warna merah, putih, hitam, dan pipis bolong atau uang kepeng. Jadi pada dasarnya semua dilakukan untuk menolak penyakit, dan memohon perlindungan kehadapan Hyang Maha Kuasa.

Setelah berberapa hari mengalami kepanikan, kebingungan dan ketakutan, akhirnya para prajuru desa atau Pengurus Desa, para penglingsir atau tetua, dan para pemangku, mengadakan pertemuan di salah satu Balai Banjar di Desa Girah. Pada intinya mereka membicarakan mengenai masalah atau penyakit gerubug yang menyerang desa-desa pesisir wilayah Kerajaan Kediri. Kalau seandainya masalah ini dibiarkan begitu saja, sudah pasti penduduk desa akan habis semuanya.

Mereka tetap berharap agar semua masyarakat meningkatkan astiti bhaktinya atau pemujaan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan agar diberikan keselamatan, kesehatan, perlindungan, dan umur panjang. Disamping itu pula para prajuru desa para penglingsir atau tetua desa beserta dengan para pemangku sepakat untuk melaporkan masalah ini kehadapan Prabu Airlangga Raja Kediri. Mereka berencana memohon kehadapan Raja Airlangga agar beliau berkenan untuk datang ke desa-dewa wilayah pesisir Kerajaan Kediri meninjau rakyatnya yang sedang ditimpa musibah penyakit atau gerubug. Karena beliau sebagai penguasa atau sebagai Raja Kediri berhak tahu dan wajib untuk melindungi rakyatnya dari bencana. Demikian kesepakatan mereka dan merencanakan akan berangkat ke Istana besok pagi.

Ketika para tetua desa dan prajuru disertai dengan para pemangku masih berada di Bale pertemuan, tiba-tiba saja muncul seseorang yang bertubuh tinggi, kepala kribo, berkumis tebal dan brewok. Orang ini berjalan sempoyongan, dengan mata merah, dan bicaranya ngawur. Rupanya orang ini dalam keadaan mabuk. Orang tersebut datang di bale pertemuan dan berkata bahwa anaknya telah meninggal karena muntah mencret. Pemabuk itu kemudian berkata : mana Leak Calonarang yang telah memakan anakku, akan aku santap bola matanya mentah-mentah. Demikian orang tersebut sesumbar dihadapan para sesepuh desa. Ketika setelah mengatakan sesumbar tersebut Si Brewok tiba-tiba saja muntah mencret tak tertahankan, dan akhirnya tewas di tempat.

Setelah beberapa saat Si Brewok tergeletak, kemudian para tetua desa tersebut menjadi teringat dengan kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu ketika di Desa Girah. Mereka baru ingat bahwa Si Brewok inilah yang menjadi biang keladi dari kejadian yang menimpa Diah Ratna Manggali anak Ibu Calonarang. Bersama-sama dengan orang banyak, Si Brewok ini telah membuat fitnah Diah Ratna Mengali bisa ngeleak karena Ibunya Calonarang adalah orang sakti dan bisa ngeleak. Jangan-jangan hal itu yang menjadi penyebab dari penyakit gerubug yang melanda desa-desa pesisir wilayah Kerajaan Kediri sekarang ini. Karena Calonarang merasa tersinggung dan terhina tidak akan tinggal diam. Mungkin saja ia akan membalas dendam sesuai dengan kemampuannya. Apalagi Calonarang adalah seorang yang sangat sakti dan memiliki murid yang sangat banyak. Sehingga dengan ilmu yang dimiliki mereka mencoba untuk menghancurkan desa-desa di Kerajaan Kediri dengan menebar penyakit gerubug. Rupanya mereka yang ada di sana mempunyai pikiran yang sama, dan sepakat untuk segera melaporkan hal tersebut kehadapan Prabu Airlangga Raja Kediri.

Keesokan harinya para prajuru desa beserta rombongan berangkat menuju Istana Kediri. Sangat cepat perjalanan mereka, sehingga tidak diceritakan sampailah rombongan tersebut di bencingah atau alun-alun Istana Raja. Ketika di Istana rombongan tersebut menyaksikan suatu keadaan yang tenang, damai, dan biasa saja, jauh dari kesusahan, kalau dibandingkan dengan apa yang terjadi di desa sekarang ini. Di bencingah puri tampak sekelompok masyarakat yang sedang duduk-duduk di bawah rimbunnya daun beringin yang sangat besar yang tumbuh di becingah, seolah-olah memayungi rakyat Kediri dari terik sinar matahari. Bangsingnya atau akarnya yang menjulur sampai menyentuh tanah seolah-olah menjulurkan tangannya untuk menolong rakyat Kediri yang kesusahan. Mereka seperti biasa yang laki-laki beristirahat, sambil mengecel atau mengelus ayam aduan. Di sampingnya tampak berderet ayam aduan dengan beraneka warna, dan mekruyuk atau berkokok saling bersahutan. Disana, ada pula dagang kopi, dagang kue, dagang nasi, dengan be guling nyodog atau babi guling yang utuh dan diletakkan di atas meja dagangan.

Rombongan tersebut disapa oleh orang-orang yang ada di bencingah. Mereka kemudian segera masuk ke dalam Istana Raja melalui pemedalan atau pintu keluar candi bentar yang megah, disandingkan dengan bale kulkul yang menjulang tinggi, dan bale bengong yang tampak mempesona, membuat mereka menjadi klangen atau kagum. Di hulu sebelah timur laut terdapat pemerajan puri atau tempat suci keluarga Raja yang sangat disucikan.


Mereka kemudian menghadap Prabu Airlangga di Bale penangkilan atau balai penghadapan. Setelah memberikan penghormatan kehadapan Sang Prabu, rombongan tersebut kemudian menjelaskan segala sesuatu maksud dan tujuannya mengahap ke Istana. Dijelaskan pula secara panjang lebar mengenai masalah yang sedang melanda desa-desa pesisir wilayah Kerajaan Kediri. Mereka kemudian memohon agar Sang Prabu berkenan untuk meninjau ke desa-desa. Demikian hatur mereka semua kehadapan Sang Prabu. Kemudian Sang Prabu menjawab dengan kata-kata yang agak berat, dan dengan roma muka yang agak tegang ketika itu.

“Kalau begitu keadaannya, penyebar gerubug di desa-desa wilayah pesisir tidak lain dan tidak bukan adalah Ibu Calonarang. Aku tidak akan meninjau ke desa lagi. Tetapi aku akan segara berupaya untuk menyelesaikan masalah kalian, dan menghadapi Calonarang yang sakti tersebut”.

“Pengerusakan dan penyebaran penyakit di desa-desa oleh Calonarang sebenarnya adalah tantangan langsung bagiku sebagai penguasa di Kerajaan Kediri. Aku akan menghadapi bagaimanapun ririh atau saktinya Calonarang. Calonarang sangat berani kepadaku, dan sangat besar dosanya karena telah membunuh banyak rakyatku yang tidak berdosa. Sangat besar dosanya terhadap kerajaan, sehingga orang tersebut harus mendapatkan ganjaran hukuman yang setimpal”. Demikian sabda Raja Kediri yang menabuh genderang perang terhadap Calonarang.

Sang Prabu juga menyampaikan pesan kepada rombongan Desa Girah sesampai di rumah nanti, beritahukan kepada seluruh rakyatku semuanya. Tenanglah, bersabarlah dan selalulah memuja kebesaran Ida Betara Tri Sakti yang berstana di Pura Kayangan Tiga. Selalulah berjaga-jaga di perbatasan desa sambil menghidupkan api obor sebagai penerangan dan sekaligus mohon perlindungan kehadapan Hyang Betara Brahma. Sebelum itu jangan lupa menghaturkan canang atau sesajen di sanggah atau tempat suci keluarga masing-masing agar para leluhur kita juga ikut membantu melindungi dari bahaya ini. Kemudian mohonlah sesikepan atau sarana magis yang bersarana bawang putih, jangu, benang tri datu, dan pipis bolong, sebagai sarana penolak leak. Demikian perintah dan sekaligus pesan Raja Kediri kepada rakyat beliau yang sedang ditimpa bencana gerubug dan salanjutnya para penghadap tersebut diijinkan untuk pamit kembali pulang. Tidak diceritakan perjalanan mereka, maka sampailah rombongan tersebut di rumah, dan segera memberitahukan apa yang menjadi titah Raja Kediri.


Raja Kediri Murka
Kembali diceritakan Prabu Airlangga Raja Kediri. Sepeninggalan rombongan Desa Girah, maka beliau sendirian duduk termenung di bale penangkilan. Pandangannya menerawang jauh kemana-mana, tangannya dikepalkan, dan tampak gelisah. Duduk bangun, demikianlah Sang Prabu sendirian di Istana. Tampaknya Sang Prabu tak kuasa menahan amarah dan panas hati beliau akibat ulah Calonarang. Sangat menakutkan sekali perangai beliau ketika itu. Diibaratkan macan gading atau harimau kuning yang akan menerkam mangsanya. Tak seorang pun parekan atau punakawan di puri atau istana yang berani menyapa beliau. Istri dan parekan atau punakawan di puri atau istana semuanya terdiam takut melihat gelagat Sang Prabu yang lagi murka. Tidak ada yang berani menghampiri dan menemani beliau ketika itu. Suguhan wedang atau kopi dan juga hidangan yang lainnya tidak disentuh sama sekali. Pikiran beliau hanya tertuju kepada upaya bagaimana mengalahkan Calonarang yang sakti tersebut.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP2NUXZBHB3NceuabC_mSS3PUsRC9JVHT3yOdhaqybwl0A_o7kWm2JncQZsbpwbmZFAuzn4_-kff5w1X3blA7yo6vQJJZesVOPL-HtI80XBRqs9FFW-mEXtqw-hv4PDpSbDpIrVoFAtWI/s1600/calon+4.jpg

Ketika hari menjelang siang, Sang Prabu belum juga beranjak dari tempat beliau duduk sejak pagi. Kemudian secara tak disangka-sangka datang Ki Patih Madri menghadap Sang Prabu ke Istana. Ia adalah seorang tabeng dada atau pengawal Istana. Ki Patih Madri berperawakan tinggi besar, pintar ilmu silat atau bela diri, dan menguasai beberapa ilmu kanuragan. Ia sangat berpengaruh di kalangan orang-orang di Kerajaan Kediri, namun ia sendiri berpenampilan sangat sederhana, polos, dan sangat setia kepada Istana terutama kehadapan junjungannya yakni Prabu Airlangga Raja Kediri.

Sangat gembira sekali perasaan Sang Prabu ketika Ki Patih Madri muncul di Istana, dan segera Sang Prabu menyuruhnya mendekat untuk diajak bertukar pikiran. Bagaikan diperciki embun pagi yang sejuk perasaan Raja Airlangga ketika Ki Patih Madri datang pada saat yang diperlukan sekali. Sambil menikmati hidangan kopi yang telah disuguhkan, Sang Prabu berkata kepada Ki Patih Madri : “aku hari ini sangat kesal, marah dan bercampur sedih dalam hatiku. Yang menyebabkan adalah ulah onar Calonarang yang telah menebar penyakit gerubug di desa-desa pesisir wilayah Kerajaan Kediri. Banyak rakyatku yang sakit dan meninggal di sana. Ia ingin menghancurkan Kerajaan Kediri, serta menghancurkan kekuasaanku. Sekarang karena kebetulan sekali Patih Madri datang ke Istana, maka aku ingin mendapatkan masukan dari engkau mengenai masalah yang menimpa desa tersebut. Bagaimana caranya menumpas dan melenyapkan Calonarang beserta sisya-sisyanya atau murid-muridnya yang telah berbuat onar tersebut. Sebab kalau tidak ditangani segera, maka rakyat desa Kerajaan Kediri akan habis, bahkan ia akan merencanakan untuk menghancurkan Kerajaan Kediri secara keseluruhan”. Demikian kata pembukuan yang cukup panjang dari Sang Prabu kepada Ki Patih Madri.

Mendengar semua itu, merasa kaget Ki Patih Madri, sebab sebelumnya ia sama sekali tidak mendengar adanya masalah ini. Ki Patih Madri berpikir sejenak, kemudian menjawab apa yang dikatakan Sang Prabu. “Mohon ampun Paduka, tidak patut rasanya hamba sebagai patih yang jugul punggung atau sangat bodoh memberikan masukan kehadapan Paduka. Namun atas titah Paduka, maka hamba akan mencoba untuk ikut urun pendapat mengenai masalah ini.

Namun hamba bagaikan nasikin segara atau membuang garam ke laut begitulah ibaratnya”. Lebih lanjut Ki Patih Madri menyampaikan haturnya kehadapan Sang Prabu “Kalau mendengar tingkah laku Calonarang tersebut, maka inilah yang disebut dalam sastra agama sebagai Atharwa yang artinya melakukan pembunuhan yang sangat kejam terhadap orang lain yang tidak berdosa dengan menggunakan Ilmu Hitam. Mereka telah menebar cetik atau racun niskala di wilayah desa. Ini pula digolongkan sebagai Himsa Karma yakni perbuatan membunuh makhluk lain secara sewenang-wenang. Para pelaku dari semua ini harus dihukum berat dan setimpal”. Demikian hatur Ki Patih Madri kehadapan Sang Prabu. Kemudian Ki Patih Madri menambahkan haturnya sekarang Paduka jangan terlalu bersedih dan khawatir. Hamba akan menjalankan Swadharmaning Kawula (kewajiban sebagai rakyat) bersama dengan rakyat Kediri yang lainnya. Hamba akan mengabdikan jiwa dan raga hamba untuk Kediri. Kita akan gempur Calonarang Rangda Nateng Girah, kita hancurkan antek-antek, dan kita musnahkan Calonarang”. Demikian Ki Patih Madri memompa semangat junjungannya. Sungguh lega hati Sang Prabu mendengar apa yang diucapkan oleh Ki Patih Madri.
Raja Airlangga kemudian membuat keputusan untuk menggempur Calonarang Rangda Nateng Girah, dan mempercayakan kepada Ki Patih Madri sebagai pimpinan penyerangan.


Gugurnya Ki Patih Madri
Diceritakan Ki Patih Madri telah mengumpulkan tokoh masyarakat dan penduduk yang mempunyai ilmu kanuragan atau ilmu kewisesan. Mereka semua dikumpulkan di Istana dan diberikan pengarahan mengenai rencana penyerangan ke tempat Ratu Leak di Desa Girah menggempur Calonarang di malam hari.

Waktu yang ditetapkan untuk penyerangan telah tiba. Menjelang tengah malam mereka berangkat bersama dilengkapi pula dengan senjata tajam, sesikepan, gegemet-gegemet, dan juga sesabukan atau sarana magis pelindung diri.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjteJkqy2HCiVZFhfD55SzPE2SsDXJWposwukCJJIlcB_QLA0GsoEWmtOUua8DwQgh5TSe99RyWrZE_JpMVJ17gxHNvCuVbcRUtIWbut7cl2iTPy2FCXWhCmqJJO7ooHcdAhsyk8_entWcl/s1600/Calonarang%252C+Tahun+1930.jpg

Karena kesaktian Calonarang, maka serangan dari pihak Kediri yang dipimpin Ki Patih Madri telah diketahui sebelumnya. Sehingga Calonarang memerintahkan kepada seluruh sisya-sisyanya atau murid-muridnya untuk bersiaga di perbatasan Desa Girah. Calonarang beserta sisyanya telah bersiaga menyambut kedatangan para jawara Kediri yang akan menggempurnya. Mereka telah menggelar semua ilmu yang dimiliki dan telah menyengker atau memagari Desa Girah dengan penyengker gaib, sehingga kekuatan musuh tidak dapat menembus pertahanan tersebut.

Pada tengah malam, sampailah Ki Patih Madri dan para jawara Kediri di perbatasan Desa Girah. Mereka langsung menggelar ajian yang mereka miliki dan menyerang musuh yang telah menghadang. Serangan tersebut kemudian dihadang oleh para murid Calonarang yang dipimpin oleh Nyi Larung sehingga terjadilah pertempuran ilmu kanuragan dimalam hari yang sangat dasyat. Bola-bola api beterbangan di antara kedua belah pihak. Taburan cahaya gemerlapan aneka warna di angkasa yang saling berkelebat, berkejar-kejaran, dan saling berbenturan. Langit di Desa Girah pada malam itu bagaikan kejatuhan bintang dari langit yang jumlahnya ribuan. Memang sungguh-sungguh digjaya mereka semua. Tidak beberapa lama pertempuran di malam hari berlangsung, serangan dari para jawara Kediri dapat dipatahkan oleh ketangguhan dari ilmu yang dimiliki oleh murid-murid Calonarang, sedangkan Ki Patih Madri gugur dalam peperangan melawan Nyi Larung dan para jawara Kediri banyak yang tewas. Para jawara Kediri yang masih hidup berhamburan berlari meninggalkan arena pertempuran karena terdesak. Mereka berusaha untuk menyelamatkan diri. Setelah mengalami desakan dari pasukan leak murid-murid Calonarang, maka para jawara Kediri memutuskan untuk berbalik dan kembali ke Istana Kediri, serta melaporkan semuanya kehadapan Prabu Airlangga.

Kekalahan pasukan Kediri menyebabkan pasukan leak Calonarang bergembira. Mereka semua tertawa ngakak yang suaranya nyaring dan keras membelah angkasa. Suaranya mengalun, melengking memenuhi angkasa dan berpantulan di antara bukit-bukit. Sehingga terasa mengerikan sekali suasananya pada malam hari tersebut. Mereka semua menari-nari di angkasa, berwujud bola-bola api saling berkejar-kejaran merayakan kemenangannya.
Diceritakan mengenai perjalanan sisa-sisa pasukan Kediri yang kalah perang. Pada pagi hari mereka telah sampai di Istana Kediri. Segera mereka menghadap Sang Prabu dan melaporkan segala sesuatunya. Demikian pula dengan Sang Prabu yang telah menunggu semalaman dengan harap-harap cemas.

Salah seorang dari pasukan Kediri menghaturkan sembah kehadapan Sang Prabu “mohon ampun Paduka, hamba permaklumkan bahwa murid-murid Calonarang benar-benar teguh atau kuat. Pasukan Kediri tidak mampu mengalahkannya dan Ki Patih Madri gugur dalam peperangan dan banyak pasukan yang tewas. Hamba gagal dalam mengemban tugas yang Paduka titahkan. Atas kegagalan tersebut, hamba mohon ampun, dan siap menjalankan hukuman”. Demikian permakluman prajurit Kediri kehadapan Sang Prabu.

Raja Airlangga yang bijaksana kemudian bersabda “ Wahai prajuri Kediri yang gagah berani beserta semua pasukan, kalah menang dalam peperangan sudah menjadi hukumnya. Yang penting sekarang adalah aku minta engkau agar tidak surut kesetiaanmu terhadap Kediri. Teruskanlah kesetiaanmu terhadap Istana, terhadap Kerajaan Kediri. Janganlah berputus asa, karena masih ada waktu dan masih ada cara lain untuk menumpas Calonarang beserta dengan antek-anteknya. Gempur kembali Calonarang. Sang Prabu melanjutkan wejangannya. “Harus kalian ingat mengenai Swadharmaning ring payudhan atau kewajiban dalam pertempuran. Dalam Shanti Parwa disebutkan bahwa apabila mati dalam peperangan, maka darah yang mengalir muncrat akan menghapus segala dosamu. Dan Sang Jiwa atau Sang Atma akan menuju Indraloka. Itulah yang hendaknya diingat dan dijadikan pedoman. Semuanya itu adalah merupakan sebuah pengorbanan yang suci atau yadnya yang digolongkan yadnya utama”. Demikian Sang Prabu memberikan wejangan kepada Prajurit Kediri yang hampir putus asa karena kalah perang.

Mendengar wejangan tersebut, para pasukan Kediri merasakan hidup kembali dan bersemangat. Bagaikan diberikan kekuatan bebayon atau kekuatan tenanga dalam, sehingga semangat pasukan tumbuh kembali. Prajurit kemudian berkata “baiklah tuanku, sangat senang hamba mendegar wejangan tersebut. Sekarang hamba sadar dan yakin akan diri. Hamba akan membela mati-matian dan menyabung nyawa menghadapi Calonarang beserta dengan murid-muridnya”. Pernyataan Prajurit tersebut dibarengi oleh seluruh pasukan, dan disambut hangat oleh Raja Airlangga. “Baiklah kalau begitu, Aku sebagai Raja Kediri sangat menghargai kesetiaamu.


Buku Rahasia Ilmu Pengeleakan Calonarang
Dengan kalahnya Patih Madri melawan Nyi Larung murid Calonarang, maka Raja Kediri sangat panik sehingga Raja Kediri memanggil seorang Bagawanta (Rohaniawan Kerajaan) yaitu Pendeta Kerajaan Kediri yang bernama Empu Bharadah yang ditugaskan oleh Raja untuk mengatasi gerubug (wabah) sebagai ulah onar si Ratu Leak Calonarang.
Empu Bharadah lalu mengatur siasat dengan cara Empu Bahula putra Empu Bharadah di tugaskan untuk mengawini Diah Ratna Mengali agar berhasil mencuri rahasia ilmu pengeleakan milik Janda sakti itu.

Empu Bahula berhasil mencuri buku tersebut berupa lontar yang bertuliskan aksara Bali yang menguraikan tentang teknik – teknik pengeleakan.
Setelah Ibu Calonarang mengetahui bahwa dirinya telah diperdaya oleh Empu Bharadah dengan memanfaatkan putranya Empu Bahula untuk pura–pura kawin dengan putrinya sehingga berhasil mencuri buku ilmu pengeleakan milik Calonarang.
Ibu Calonarang sangat marah dan menantang Empu Bharadah untuk perang tanding pada malam hari di Setra Ganda Mayu yaitu sebuah kuburan yang arealnya sangat luas yang ada di Kerajaan Kediri.

Pertempuran Penguasa Ilmu Hitam dengan Penguasa Ilmu Putih di Setra Ganda Mayu
Dalam perang besar ini Raja Airlangga mengikutkan Pasukan Khusus Balayuda Kediri dalam menghadapi Calonarang dan pasukan leaknya.

Para Pasukan Balayuda Kediri yang terpilih sebanyak dua ratus orang yang dipimpin oleh Ki Kebo Wirang dan Ki Lembu Tal. Semua pasukan ini akan mengawal dan membantu Empu Bharadah dalam menumpas kejahatan yang dilakukan oleh Calonarang dan antek-anteknya.
Segala sesuatu perlengkapan segera dipersiapkan seperti senjata tajam berupa tombak, keris, klewang, dan lain-lain. Demikian pula dengan berbagai sarana pelindung badan yang gaib sebagai sarana penolak atau penempur leak, sarana kekebalan, semuanya diturunkan dari tempatnya yang pingit atau tempat rahasia. Yang tidak kalah pentingnya adalah persiapan mengenai perbekalan makanan dan minuman yang diperlukan selama penyerangan. Ketika semua persiapan dianggap rampung, maka mereka pun istrirahat agar tenaga cukup kuat untuk penyerangan besok. Keesokan harinya perjalanan penyerangan dilakukan, pasukan khusus atau pasukan pilihan dari Kediri yang disebut dengan Pasukan Balayuda dalam penyerangan tersebut mengawal Empu Bharadah. Sedangkan di depan sebagai pemimpin pasukan dipercayakan kepada Ki Kebo Wirang didampingi Ki Lembu Tal.


Tidak diceritakan perjalanan mereka, akhirnya rombongan Empu Bharadah dan pasukan Kediri sampai di pesisir selatan Desa Lembah Wilis. Di sana rombongan tersebut berhenti sejenak untuk beristirahat dalam persiapan untuk menuju ke Desa Girah. Semua pasukan kemudian menuju Setra Ganda Mayu yang berada di Wilayah Desa Girah.

Diceritakan kemudian Ibu Calonarang dirumahnya diiringi oleh para sisyanya semua melakukan penyucian diri dan mengayat atau memuja kehadapan Ida Betari mohon anugrah kesaktian. Mereka memusatkan pikiran dan memanunggalkan bayu atau tenaga, sabda atau suara, dan idep atau pikiran, memuja Ida Betari bersarana sekar manca warna atau bunga warna-warni, dengan disertai asep menyan majegau atau wangi-wangian yang dibakar yang asapnya membubung ke angkasa, seolah-olah menyampaikan niat Ibu Calonarang kehadapan Ida Betari. Semua pekakas dan sarana pengleakan diturunkan dari tempatnya yang pingit atau tempat rahasia, dan masing-masing menggunakannya. Di hadapan mereka juga digelar tetandingan jangkep atau sarana sesajen lengkap sesuai dengan keperluan. Calonarang kemudian mulai memejamkan mata dan memusatkan pikiran. Ia tampak berkomat-kamit mengucapkan mantra sakti memohon anugrah kesaktian dan kesidian kehadapan Hyang Maha Wisesa, dengan harapan Empu Bharadah dan Balayuda Kediri dapat dikalahkan.

Setelah beberapa saat melakukan konsentrasi, maka sampailah pada puncaknya. Raja pengiwa pun telah dibangkitkan dan merasuk ke dalam sukma. Kedigjayaan atau kewisesan telah turun dan masuk ke dalam jiwa raga. Calonarang kemudian bangkit dan berkata kepada semua sisyanya “para sisyaku semuanya, permohonan kita kehadapan Hyang Betari telah terkabulkan dan telah mencapai puncaknya. Kesaktian telah kita bangkitkan semuanya, dan telah merasuk ke dalam jiwa dan raga. Kini saatnya kita bertarung menghadapi Empu Bharadah dan Balayuda Kediri. Kita akan pertahankan harga diri kita. Mampuskan semua orang-orang Kediri yang datang ke sini menyerang. Demikian perintah Calonarang kepada seluruh sisyanya. Suaranya ketika itu telah berubah menjadi besar dan menggema, dan bukan merupakan suaranya yang biasa. Kemudian Calonarangpun tertawa ngakak, dan terdengar menakutkan.

Semua sisya Calonarang telah nyuti rupa atau berubah wujud dan siap menyerang. Ada wujud bojog atau monyet yang siap menggigit, ada kambing siap nyenggot atau menanduk, ada sapi dan kuda yang siap ngajet atau menendang, ada kain kasa atau kain putih panjang yang siap menggulung dan membakar, ada bade atau menara pengusungan mayat yang siap membakar, ada babi bertaring panjang yang siap ngelumbih atau membanting dengan kepala, ada awak belig atau badan licin yang mukanya seperti umah tabuan atau sarang tawon. Ada pula api bergulung-gulung yang siap membakar siapa saja yang menghadang. Semua pasukan leak kemudian keluar dari rumah Calonarang dalam rupa bola api beterbangan, kemudian menuju ke Setra Ganda Mayu tempat perjanjian pertempuran dengan Empu Bharadah dan pasukan Balayuda Kediri.

Melihat pasukan leak dengan beraneka rupa datang, pasukan Kediri menjadi kaget dan was-was dan ada yang ketakutan. Semuanya bersiap-siap dan merapatkan diri. Demikian pula dengan Ki Kebo Wirang dan Ki Lembu Tal, mereka berdua sangat waspada serta selalu berada di dekat Empu Bharadah untuk mengawalnya.

Empu Bharadah tidak sedikitpun gentar melihat kawanan leak tersebut, bahkan semangat untuk bertempur semakin membara. Sambil juga Empu Bharadah mengucap mantra sakti Pasupati. Dilengkapi pula dengan sarana sesikepan, sesabukan, rerajahan kain, dan pripian tembaga wasa atau lempengan tembaga. Sangat ampuh mantra sakti Pasupati tersebut. Empu Bharadah membawa pusaka sakti berupa sebuah keris yang bernama Kris Jaga Satru.

Ibu Calonarang Tewas
Pertarunganpun terjadi dengan sangat seram dan dahsyat antara penguasa ilmu hitam yaitu Calonarang dibantu para sisya atau murid-muridnya dengan penguasa ilmu putih yaitu Empu Bharadah dibantu Pasukan Balayuda Kediri, di Setra Ganda Mayu.

Pertempuran berlangsung sangat lama sehingga sampai pagi, dan karena ilmu hitam mempunyai kekuatan hanya pada malam hari saja, maka setelah siang hari Ibu Calonarang akhirnya tidak kuat melawan Empu Bharadah

Calonarang terdesak dan sisyanya banyak yang tewas dalam pertempuran melawan Empu Bharadah dan Pasukan Balayuda Kediri. Mengetahui dirinya terdesak, Calonarang seperti biasa segera menggelar kesaktian pengiwanya. Ia segera berubah wujud menjadi seekor burung garuda berbulu emas, melesat ke udara, dan bersembunyi di balik awan. Ketika itu, Empu Bharadah segera masuk ke dalam rumah Calonarang . Didapatinya rumah Calonarang telah kosong, tak ada siapa-siapa. Pasukan Balayuda Kediri mengurung rumah Calonarang.

Empu Bharadah kemudian berteriak : “Hai kau Calonarang pengecut, di mana gerangan engkau bersembunyi. Sudah berwujud apa engkau sekarang, aku akan hadapi. Aku menantangmu, ayolah segera tunjukkan batang hidungmu”. Setelah berkata demikian, tiba-tiba ada jawaban dari angkasa. Rupanya Calonarang sudah bersembunyi dari tadi, tanpa sepengetahuan pasukan Kediri. Calonarang berkata : “Hai kau Empu Bharadah, dimana bersembunyi rajamu. Mendengar ejekan si garuda tersebut dari udara membuat Empu Bharadah menjadi naik darah. Segera Empu Bharadah memerintahkan kepada Ki Kebo Wirang untuk membidikan senjata tersebut ke arah si Garuda Calonarang. Namun ketika itu, Ki Kebo Wirang menjadi kebingungan karena musuh yang akan dibidik tidak kelihatan. Hanya suaranya saja yang berkoar-koar. Ditambah lagi dengan adanya kilat dan guntur yang menggelegar di angkasa. Semakin menyulitkan untuk membidik si Garuda Calonarang.

Menghadapi situasi demikian, Empu Bharadah mencoba untuk memikirkan sebuah daya upaya. Empu Bharadah kemudian memerintahkan kepada Ki Lembu Tal sebagai umpan, agar si garuda mau keluar dari persembunyiannya. Ki Lembu Tal mencoba untuk mencari tempat yang agak terbuka. Mereka menari-nari sambil mengibas-ngibaskan senjatanya ke udara sebagai pertanda menantang. Ki Lembu Tal mengejek si garuda : “Hai engkau Calonarang, kenapa engkau bersembunyi. Ayo turun, akan aku potong lehermu, akan aku cincang engkau, bila perlu aku jadikan burung garuda panggang. Hai kau Calonarang, kalau memang engkau sakti mengapa engkau bersembunyi di tempat yang tinggi begitu. Kalau engkau mau, kau boleh hisap pantatku”. Demikian ejekan Ki Lembu Tal yang tidak senonoh, sambil membuka kainnya dan memperlihatkan pantatnya ke arah datangnya suara Calonarang.

Mendengar dan melihat ejekan Ki Lembu Tal, menyebabkan Calonarang menjadi naik darah, dan segera keluar dari persembunyiannya. Si garuda Calonarang dengan secepat kilat terbang dan menyambar Ki Lembu Tal. Pada saat si garuda terbang menyambar Ki Lembu Tal, ketika itu pula Empu Bharadah membidikkan senjata pusaka Jaga Satru dan menembakkannya ke arah sang garuda. Si garuda jelmaan Calonarang tersebut terkena tembakan senjata Jaga Satru dan jatuh tersungkur ke tanah. Segera si garuda mengambil wujud kembali menjadi manusia sosok Calonarang. Ratu Leak Calonarang yang sakti mandraguna tidak berdaya dengan kesaktian senjata pusaka Jaga Satru Empu Bharadah. Semua pasukan Balayuda Kediri segera mendekati Calonarang yang tidak berdaya dan kemudian Calonarang menghembuskan nafas terakhir di Setra Ganda Mayu.

Dengan meninggalnya Ibu Calonarang maka bencana gerubug (wabah) yang melanda Kerajaan Kediri bisa teratasi.

Lokasi Sebenarnya Desa Girah
Ternyata lokasi sebenarnya dari calonarang adalah di Dusun Butuh, Desa Sukorejo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Diperkuat setelah ditemukannya sebuah situs yang diyakini sebagai situs Calonarang yaitu bekas sebuah rumah tempat dimana calonarang pernah tinggal. Situs yang terletak ditengah perkebunan tebu ini sudah sejak lama dirawat oleh penduduk setempat secara mandiri.


"Warga desa kami sangat menghormati tempat ini. Dari dulu sampai sekarang kami secara bergantian membersihkan batu-batu ini saat berangkat atau pulang dari sawah," kata Wage, salah seorang warga yang sedang membersihkan situs Calon Arang, Menurut dia, seharusnya tempat tersebut sudah waktunya mendapat perhatian dari pemerintah. Karena selain memiliki nilai sejarah, jika tidak diperhatikan bisa hilang dicuri orang.


"Meskipun secara ikhlas warga turut menjaga dan merawat tempat ini, tapi bisa saja ada orang yang tidak bertanggungjawab mencuri batu-batu ini. Apalagi lokasinya lumayan jauh dari pemukiman," katanya. Di situs itu terdapat dua buah batu yang merupakan ambang pintu dari bahan batu andesit. Ambang pintu pertama berukuran, panjang 135 cm, lebar 56 cm dan tebal 29 cm. Ambang pintu kedua berukuran: panjang 137 cm, lebar 38 cm dan tebal 23 cm. Keduanya dalam kondisi baik. Pada sisi atas di sebelah akan dan kiri terdapat dua lobang segi empat dan lingkaran. Kemungkinan ini dipakai tempat pilar penyangga semacam kusen pintu.


Selain ambang pintu terdapat 4 buah umpak dari bahan batu andesit yang rata-rata berukuran sekitar: panjang bawah 50 cm, panjang atas 45 cm, lebar bawah 50 cm, lebar atas 45 cm dan tinggi sekitar 50 cm. Keempat umpak batu berbentuk prisma itu diperkirakan merupakan pondasi penyangga empat sudut rumah. Juga terdapat dua buah balok batu dari bahan batu andesit dengan ukuran, batu pertama: panjang 62 cm, lebar 40 cm dan tebal 17 cm. Batu kedua: panjang 67 cm, lebar 47 cm dan tebal 18 cm.


J Sutjahjo Gani, salah seorang budayawan Kota Kediri menjelaskan, tempat tersebut pernah didatangi para ahli sejarah dan budayawan dari Pulau Dewata Bali. Kedatangan mereka untuk membuktikan apakah ada keterkaitan antara situs tersebut dengan dramatari kolosal Calon Arang yang selama ini diklaim sebagai hasil kesenian asli Bali itu. "Situs Calon Arang pernah didatangi tim dari Bali dari Yayasan Bapak Prof. DR. Wyn Mertha Suteja, SH, PhD. Rencananya di atas tanah di mana situs Calon Arang berada dini akan dibangun semacam bangunan," kata Soetjahjo Gani, yang bertahun-tahun menelusuri ikhwal Calon Arang.

Menurut Gani, dengan kedatangan tim dari Bali itu, menunjukkan bahwa kalangan budayawan Bali juga menyepakati bahwa tanah kampung halaman Calon Arang memang di Dusun Butuh, Desa Sukorejo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Bahwa kemudian peristiwa yang terjadi di Kediri ini menjadi inspirasi bagi para budayawan Bali menciptakan dramatari Calon Arang yang terkenal di seluruh penjuru dunia. "Harus diakui bahwa Calon Arang memang asli Kediri. Sudah waktunya sejarah diluruskan dan tempat ini segera dirawat dengan layak agar tidak musnah," kata Gani

Dimanakah Kitab Sihir Calon Arang sekarang berada? apakah sudah dihancurkan oleh Mpu Bharada?
Silahkan Share dengan teman anda melalui tombol share di bawah blog ini dan Dapatkan Update Terbaru dari Kami Gratis atau Mau Berkomentar? Silahkan Follow Twitter Blog ini @blackberrism atau Klik di sini, Untuk Facebook like Di sini. Komentar, Mention dan Retweet anda akan Otomatis Tampil  Di Halaman Depan Blog ini. Mari Berteman dengan Pengunjung yang lain. Terimakasih

Cek Online Tagihan Listrik

Category

agama alam Alat Penangkapan Ikan aneh antivirus Aplikasi HP ARTIKEL Artikel Kehutanan Artikel OM Kris Blog 2012 Artikel Perikanan Artikel Pertanian Artikel Peternakan Artikel Tanaman Pertanian asal usul audio editor Award Bahasa Indonesia bangunan Belajar benda Berita Berita Aneh Unik Biografi Biologi bisnis bisnis oriflame online Blackberry BLOG bola Budi Daya Burner Tool Cara Menanam catatanku cheat cinta Contoh Skripsi Contoh Surat converter Copy Tool desa DIGITAL PRINTING Do'a - Do'a dan Bacaan Islami Drivers dvd ebook EKOR MB PANJANG MENJADI PENDEK fakta film Film Aneh Unik Firefox Fisika Flash Game | Mini Game Foto Aneh Unik gadget Gado-gado games Google Chrome Graphics Hack Tool hewan Hobby hot news Ikan Hias In English indonesia Inspirasi internet Islam jagad raya Jagung Kesehatan Kimia KOBAR Aniversary Konteks Menu klik kanan windows Kontes Seo Kopi Kord Gitar Campuran Kord Gitar Iwan Fals Kord Gitar Slank Kumpulan Album Slank Download kumpulan gambar gerak lain lain Lain-Lain Language LOGO Makalah manusia MELATIH MENTAL MB MUDA Mesin Pertanian Microsoft Word misteri mitos Modem Motivasi movie multimedia Nanas NEWS / BERITA ngakak olah raga Olahraga otomotif Panduan dan Tips pc care pdf reader Peluang Usaha Pendidikan Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Peserta Didik Pengolahan PERAWATAN BURUNG BERKICAU Perencanaan Pernak - Pernik Lebaran photo Plugin PORTFOLIO Produk Profil Usaha Puisi Puisi Cinta Puisi Inspiratif Puisi Rindu Puisi Sedih - Galau Puisi Ucapan Selamat Resep Scripts security Sejarah seni Sensasi Tumbuhan SEPUTAR PAKAN BURUNG Serba-Serbi sexy SISI LAIN SOFTWARE Supranatural Tanaman Tanaman Buah Tanaman Hias Tanaman Hutan Tanaman Obat Tanaman Sayuran Ternak Text Generator Tips Tips Blog Tips Browsing tips komputer tips seo tumbuhan TUTORIAL TUTORIAL DOWNLOAD unik Usaha Sukses Utilities VANILI video player Webcam Website windows Windows 7 Windows 8 Windows Vista Windows XP