Warung Online

Jual Kamboja Kering Dan Basah

Pohon kamboja, khususnya kamboja berbunga putih (Plumeira alba), masih dipandang sebelah mata. Sebab, kebanyakan tanaman ini tumbuh di kuburan. Tidak jarang, orang menyebutnya sebagai bunga kuburan. Bunganya yang telah dikeringkan, lantas ditumbuk halus, banyak dipakai sebagai bahan baku wewangian, kosmetik, industri kerajinan dupa, spa, serta teh herbal. Untuk harga perkilo, kami tidak mematok harga paten dikarenakan harga yang tidak stabil dan berubah sewaktu-waktu. Jika anda berminat, silahkan hubungi kami atau jika anda ada di Banjarmasin, bisa datang langsung ke tempat kami.
Dikirim oleh : Kamboja Kering, banjarmasin, 081334232727 | Kunjungi Website

Dijual Rumah ada sarang Walet-Tulungagung

Dijual Rumah Murah ada sarang Walet lengkap Dengan Instalasi Speaker, lb 90m2 sarang walet 3x7m diatas ada kolam, rumah monyet untuk walet 2x2m. Harga 175juta tanpa perantara Bila ada yang berminat langsung hubungi kami
Dikirim oleh : Rumah Murah, Bangoan kedungwaru Tulungagung, 081351015777 | Kunjungi Website

Cara Menambah Kolom Pada Header Untuk Tempat Iklan

Cara Menambah Kolom Pada Header Untuk Tempat Iklan | Maksud dari judul artikel diatas, bisa anda lihat pada gambar dibawah berikut :
Pada gambar diatas kolom sebelah kanan merupakan kolom yang akan kita buat/tambahan, kolom tambahan tersebut bisa kita gunakan untuk pasang Iklan atau lainnya terserah untuk apa anda inginkan, karena pada dasarnya kolom pada header sebelah kanan yang akan kita buat tersebut berfungsi sama dengan sidebar blog.

Untuk Membuatnya Silakan Ikuti Langkah Berikut : 
  • Login ke blog anda Klik DISINI, silakan isi email dan password blog anda

  • Pilih ‘TATA LETAK’

  • Klik "Edit HTML"

  • Agar aman, silakan anda Download dulu template anda (klik Download Template Lengkap), Pada bagian atas

  • (gunakan Ctrl + F) Cari kode CSS seperti dibawah ini atau yang mirip (tergantung templete anda) :

#header-wrapper {
width:660px;
margin:0 auto 10px;
border:1px solid $bordercolor;
}

#header-inner {
background-position: center;
margin-left: auto;
margin-right: auto;
}

#header {
margin: 5px;
border: 1px solid $bordercolor;
text-align: center;
color:$pagetitlecolor;
}
    • Ganti semua kode diatas dengan kode berikut :

    #header-wrapper {
    width:930px;
    margin:0 auto 0px;
    background:#38610B url(http://i33.tinypic.com/sw6cfo.jpg) no-repeat top center;
    height:180px;
    }

    #head-inner {
    width:500px;
    background-position: left;
    margin-left: auto;
    margin-right: auto;
    float:left;
    }

    #header {
    margin: 0px;
    text-align: left;
    color:#ffcc66;
    }

    #r_head{
    width:430px;
    float:left;
    padding-top:10px;
    }
    • Selanjut nya cari kode :

    • <div id='header-wrapper'>
      <b:section class='header' id='header' maxwidgets='1' showaddelement='no'>
      <b:widget id='Header1' locked='true' title='Test Blog (Header)' type='Header'/>
      </b:section>
      </div>

    • Jika sudah Ketemu, ganti kode tersebut diatas dengan kode :

    • <div id='header-wrapper'>
      <div id='head-inner'>
      <b:section class='header' id='header' maxwidgets='1' showaddelement='no'>
      <b:widget id='Header1' locked='true' title='Test Blog (Header)' type='Header'/>
      </b:section>
      </div>
      <div id='r_head'>
      <b:section class='header' id='header2' preferred='yes'/>
      </div>
      </div>

    • Klik Simpan

    • Selesai, Sukses Selalu

    Mahkota Dewa, Tanaman Penakluk Kanker

    Dunia tanaman obat kini kedatangan pendatang baru yang lumayan hebat. Mahkota dewa namanya. Ia bisa membuat penderita penyakit ringan macam gatal-gatal, pegal-pegal, atau flu, hingga penyakit berat seperti kanker dan diabetes,merasakan kesembuhan.

    Mengetahui khasiat tumbuhan satu ini, mungkin Anda segera berminat menanamnya. Betapa tidak. Tanaman ini ternyata punya khasiat luar biasa. Ia bisa menyembuhkan gangguan kesehatan dari yang ecek-ecek hingga yang nyaris tak ada harapan sembuh. Kalau cuma pegal-pegal, sehari dua hari bakal hilang. Flu? Wah, itu tugas yang juga bisa dibereskan dalam sehari dua hari.Diabetes pun bakal takluk dalam beberapa bulan.

    Bagaimana dengan kanker? Meski butuh waktu bulanan, tanaman ini pun sanggup melawannya sampai titik darah penghabisan. Paling tidak itu berdasarkan pengalaman empiris banyak orang, termasuk yang merasa sembuh dari penyakit pada organ hati atau jantung, hipertensi, rematik, serta asam urat.

    Untuk mengolahnya jadi obat pun sangat gampang. Cuma dengan menyeduh teh racik terbuat dari kulit dan daging buah, cangkang buah, atau daunnya, bahan obat alami ini pun siap dipakai. Kalau enggak menghendaki rasa pahitnya, kita bisa sedikit bersusah payah mengolahnya menjadi ramuan instan. Rasanya ditanggung lebih sedap tanpa mengurangi khasiat.

    Itulah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa). Tanaman yang kabarnya berasal dari daratan Papua ini di Jawa Tengah dan Yogyakarta dijuluki makuto dewo, makuto rojo, atau makuto ratu.Orang Banten menyebutnya raja obat, karena khasiatnya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Sementara, orang-orang dari etnik Cina menamainya pau yang artinya obat pusaka.

    Dari alergi hingga kanker
    Sebagian orang mungkin pernah sekadar melihatnya, sebagian lagi mendengar namanya pun tidak pernah. Wajar bila selama ini sangat sedikit orang tahu mahkota dewa. Apalagi khasiatnya. Bahkan, di banyak lembaga penelitian yang menangani tumbuhan berkhasiat obat belum ditemukan hasil penelitiannya. Sampai saat ini, setidaknya baru dr. Regina Sumastuti dari Jurusan Farmakologi, Universitas Gadjah Mada yang telah menelitinya. Itu pun masih terbatas pada pengujian terhadap efek antihistamin atau antialergi. Padahal, kalangan keraton Solo dan Yogyakarta telah lama mengenalnya dan memanfaatkannya sebagai tanaman obat. Beruntung, lama-lama manfaat luar biasa ini bocor ke kalangan awam.

    Sekarang, tanaman ini seakan turun dari langit sebagai dewa penyelamat orang sakit. Berbagai kesaksian dikemukakan mereka yang telah merasakan khasiatnya. Dalam buku Mahkota Dewa Obat Pusaka Para Dewa karya Ning Harmanto, ketua Kerukunan Wanita Tani Bunga Lily, yang menekuni pengobatan dengan mahkota dewa, ada 26 orang yang mengakui keampuhannya atau ditulis berhasil sembuh dari sakitnya berkat mahkota dewa.

    Di antara mereka adalah Tuti Ariestyani Winata, yang setelah menjalani operasi pengangkatan kista di rahim, mengalami kemunduran kondisi tubuh. Badannya kurus, perutnya membuncit seperti sedang hamil tua, jari-jari kakinya menggemuk, tekanan darahnya naik-turun, dan Hb-nya sangat rendah.

    Beberapa dokter yang dikunjunginya memberikan diagnosis berbeda. Ada yang mendiagnosisnya menderita kanker hati, sirosis hati, dan ada pula yang menyatakan dia menderitahepatitis kronis. Tak kunjung memperoleh kepastian penyakit yang dideritanya, atas saran Ning, Tuti akhirnya mengonsumsi air rebusan daging buah mahkota dewa. Setelah enam bulan, Tuti merasa sembuh dan kondisi tubuhnya membaik kembali.

    Selain Tuti, Diana yang berdomisili di Bekasi menyatakan berhasil sembuh dari penyakit kanker di payudara kanannya setelah menjalani operasi dua kali lagi untuk membersihkan kanker di payudara kirinya. Anna Winata di Bogor dan Retno di Bekasi juga merasakan sehat kembali dari sakit kanker rahim berkat mahkota dewa. Ny. Parlan di Balikpapan pun berhasil menormalkan kadar gula darahnya berkat tumbuhan obat ini. Masih banyak lagi contoh keberhasilan yang lain. Sayangnya, yang tidak berhasil tidak pernah terungkap, sehingga tidak bisa diketahui penyakit apa yang tidak mampu dilawan tanaman berbuah merah menyala ini.

    Selama ini daun dan buah mahkota dewa dimanfaatkan masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa, sebagai obat penyakit kulit, gatal-gatal, dan eksim. Penyakit tersebut ditandai dengan gejala gatal-gatal, pertanda adanya alergi terhadap agentertentu yang mendorong sel-sel tubuh mengeluarkan histamin.

    Soal kemampuan melawan penyakit kulit ini Sumastuti sudah membuktikannya. Dari penelitian secara in vitro menggunakan usus halus marmot, diketahui, memang benar daun dan buah mahkota dewa mempunyai efek antihistamin. Artinya, tanaman tersebut secara ilmiah bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya sebagai obat gatal-gatal akibat gigitan serangga atau ulat bulu, eksim, dan penyakit lain akibat alergi.

    Penelitian lain masih kita tunggu untuk membuktikan khasiat luar biasa seperti yang dirasakan beberapa orang di atas. Namun, cerita dari mulut ke mulut rupanya sudah membuat orang, terutama yang sakit berat dan umumnya hampir putus harapan, percaya. Maka, orang pun mulai beramai-ramai mencari bagian berkhasiat mahkota dewa. Tak sedikit yang mencoba menanamnya di pekarangan rumah. Bahkan, ada yang melihat wabah ini sebagai peluang usaha untuk membudidayakan dan mengolahnya menjadi produk ramuan obat tradisional atau jamu dengan berbagai bentuk.

    Dijadikan teh
    Menanam mahkota dewa memang bukan perkara sulit. Tumbuhan, yang bisa hidup baik pada ketinggian 10 – 1.000 m dpl., ini bisa ditanam dari biji atau hasil cangkokan. Meski penanamannya bisa di dalam pot atau langsung di tanah, pertumbuhannya akan lebih baik bila ditanam di tanah. Tanaman dari biji biasanya sudah berbuah pada umur 10 – 12 bulan. Yang berasal dari cangkokan, mestinya berbuah lebih cepat.

    Buah inilah bagian yang paling banyak digunakan sebagai obat alami, di samping daun dan batang. Dari ketiga bagiannya, yakni kulit dan daging buah, cangkang (batok biji), serta biji, yang dimanfaatkan umumnya kulit dan daging buah serta cangkangnya. Buah muda berwarna hijau dan yang tua berwarna merah cerah.

    Khasiat buah muda dan tua sama saja, jelas Ning. Sayang, senyawa apa yang terkandung dalam bagian-bagian buah, masih belum terungkap secara detil. Cuma, Hutapea dkk. (1999), seperti dikutip Sumastuti, menyatakan, dalam daun dan kulit buah makuto dewo terkandung senyawa saponin dan flavonoid, yang masing-masing memiliki efek antialergi dan antihistamin.

    Ning menulis, dalam keadaan segar, kulit dan daging buah muda mahkota dewa terasa sepet-sepet pahit. Sedangkan yang sudah tua sepet-sepet agak manis. Jika dimakan segar akan menimbulkan bengkak di mulut, sariawan, mabuk, bahkan keracunan. Apa penyebabnya, belum diketahui dengan pasti. Karenanya, tidak dianjurkan untuk mengonsumsinya dalam keadaan segar.

    Cangkangnya memiliki rasa sepet-sepet pahit, lebih pahit dari kulit dan daging buah. Bagian ini juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi langsung karena dapat mengakibatkan mabuk, pusing, bahkan pingsan. Namun, setelah diolah, bagian ini lebih mujarab ketimbang kulit dan daging buah. Ia dapat mengobati penyakit berat macam kanker payudara, kanker rahim, sakit paru-paru, dan sirosis hati.

    Ada alasan mengapa biji mahkota dewa tidak dikonsumsi. Bijinya sangat beracun. Kalau mengunyahnya, kita bisa muntah-muntah dan lidah mati rasa, tambah Ning. Karenanya, bagian ini cuma digunakan sebagai obat luar untuk penyakit kulit.

    Sudah tentu untuk menjadikan daging buah atau cangkangnya sebagai obat, perlu pengolahan terlebih dulu. Bisa dijadikan buah kering, teh racik, atau ramuan instan. Namun, yang sering dilakukan adalah dengan menjadikannya teh racik dan ramuan instan.

    Bagian lain yang bisa dijadikan obat adalah batang dan daun. Menurut Ning dalam bukunya, batang mahkota dewa secara empiris bisa mengobati kanker tulang. Sedangkan daunnya bisa menyembuhkan lemah syahwat, disentri, alergi, dan tumor. Cara memanfaatkan daun adalah dengan merebus dan meminum airnya.

    Jangan kaget. Begitu minum ramuan mahkota dewa, kita segera merasakan serangan kantuk. Efek ini normal. Efek lainnya adalah mabuk. Untuk menghilangkan efek ini dianjurkan untuk minum air lebih banyak. Untuk konsumsi selanjutnya, takaran mahkota dewa perlu dikurangi. Jika masih tetap mabuk, sebaiknya untuk sementara hentikan dulu. Di samping efek buruk tadi ternyata masih ada efek baik-nya. Psst … kadang-kadang kaum pria ada yang libidonya meningkat, bisik Ning.

    Menurut Ning, dalam proses menyembuhkan penyakit dalam atau penyakit serius macam kanker rahim, setelah pasien mengonsumsi seduhan mahkota dewa badannya bisa merasakan panas-dingin, bahkan kadang kala mengeluarkan gumpalan darah berbau busuk. Ini merupakan proses pembersihan penyakit, tulis Ning.

    Penggunaannya bisa dalam bentuk ramuan tunggal bisa pula ramuan campuran. Pencampuran dengan tumbuhan obat lain dimaksudkan untuk memperkuat khasiatnya dan menetralisir racun. Juga untuk mengurangi rasa tidak enaknya, tutur Ning, yang mengaku sering melayani resep yang ditulis beberapa dokter.

    Upaya penyembuhan menggunakan ramuan mahkota dewa, menurut Ning, tidak bisa cepat membuahkan hasil. Pengobatannya perlu dilakukan beberapa kali. Bahkan untuk penyakit berat yang kronis perlu waktu lama. Yang perlu diperhatikan adalah takaran penggunaannya mesti tidak melebihi yang dianjurkan. Kalau takarannya berlebih, pengaruh yang tidak diinginkan bisa muncul.

    Mesti diingat, wanita hamil muda dilarang mengonsumsi mahkota dewa. Seperti dikutip Ning, Sumastuti juga telah membuktikan mahkota dewa mampu berperan seperti oxytosin atau sintosinon yang dapat memacu kerja otot rahim sehingga memperlancar proses persalinan. Ini bisa membahayakan kehamilan yang masih muda.

    Yang tak kalah penting, pesan Ning, dalam menggunakan ramuan mahkota dewa kita dianjurkan menyugesti atau menyakinkan diri bahwa ramuan ini manjur, berdoa untuk kesembuhan kita, dan tetap mengunjungi dokter untuk mengetahui perkembangan kesehatan kita.@ (I Gede Agung Yudana)

    Sumber :
    mahkotadewa.com

    Mahkota Dewa “Racun” Irian yang Berkhasiat

    Di Indonesia, tanaman mahkota dewa masih belum banyak dikenal sebagai tumbuhan obat-obatan. Sebagian orang malah kerap mengidentikkan tanaman ini dengan daun dewa dan sambung nyawa. Padahal, tanaman ini mengandung kahsiat yang melimpah untuk mengobati berbagai penyakit mematikan di Indonesia.


    Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (scheff) boerl, sinonimnya adalah Phaleria macrocarpa warb. Var. wichanii (val) back) ini berasal dari Irian. Tumbuhan berfamili Thymelaeceae ini, dikenal bangsa asing dengan nama The crown of God. Pohonnya diyakini mengeluarkan aura untuk meningkatkan derajat. Makanya, tak heran bila pohon ini dinamai pohon derajat yang tak jarang menjadi tanaman di depan rumah.

    Ketinggian pohon ini maksimal mencapai lima meter. Buahnya berwarna merah menyala dan berkulit licin sebesar apel malang kecil. Bunganya harum berwarna putih berbentuk terompet majemuk sebesar bunga cengkih di ketiak daun dan batangnya.

    Pengembangbiakan tanaman ini melalui bijinya. Seangkan pemeliharaannya tak rumit, hanya membutuhkan tanah gembur dan air. Pupuk yang digunakan hanya pupuk dasar.

    Tanaman ini sudah dikenal khasiatnya di kalangan Keraton Mangkunegara, Surakarta dan Yogyakarta. Khasiatnya adalah mengobati luka dalam sekaligus obat luar seperti diabetes, lever dan pilek. Dari penelitian ilmiah, buah dan daunnya bisa mengatasi alergi seperti biduren, gatal-gatal, bersin-bersin dan sesak napas.

    Dalam buku Inventaris tanaman obat Indonesia yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes disebut bahwa tanaman ini berkhasiat obat anti tumor, obat disentri dan obat sakit kulit.

    Mahkota dewa termasuk tanaman obat yang keras dan beracun. Menurut Ning Harmanto, yang aktif mengelola pembuatan obat-obatan tradisional, sebelum diramu, daun atau buahnya lebih baik dikeringkan. Bla dimakan segar, getahnya panas dan melepuhkan kulit dalam mulut.

    Untuk minuman instan, dianjurkan untuk mencoba satu sendok teh dulu, diseduh dengan air panas. Sehari cukup satu kali dan minum menjelang tidur malam. Bila belum merasakan perubahan, barulah dosis ditambah menjadi satu sendok makan untuk segelas air. Untuk sakit yang agak parah bisa minum sehari dua kali.

    Mengkonsumsi teh racikan dicoba dulu mulai dari tiga sampai lima irisan kecil saja, diseduh dengan air mendidih satu gelas atau direbus dengan tiga gelas air hingga menjadi hanya 0,5 gelas. Kemudian minum sedikit demi sedikit menjelang tidur malam selama tiga hari. Selanjutnya apabila penyakitnya cukup serius, dosis ditambah sedikit demi sedikit dari satu sendok teh hingga satu sendok makan.

    Untuk mengatasi komplikasi beberapa penyakit, dianjurkan dalam bentuk ramuan dengan obat lain. Misalnya, racikan dan kapsul daun dewa untuk pembengkakan, pendarahan dan bersihkan racun. Kapsul sambiloto untuk anti biotik berbagai sakit infeksi,diabetes, alergi, dan flu.

    Racikan dan kapsul temulawak untuk lever, mag, dan lancarkan peredaan darah. Racikan dan kapsul Curcuma zedoaria untuk kanker, keputihan, mag, dan pencernaan.

    Kegunaan tanaman mahkota dewa ini tak lepas dari unsur yang dikandung di dalamnya. Dari hasil penelitian Dr Sumastudi dari Farmakologi UGM, senyawa kimianya antara lain, saponin, flafonoid dan beberapa senyawa lain, mempunyai efek antihistamin.

    TANAMAN HIAS Datura (Angelis Trumpet = Kecubung)


    Kecubung mempunyai bentuk bunga seperti terompet dengan panjang sekitar 10 inci. Tanaman eksotis ini membutuhkan tempat yang tidak terpolusi agar dapat tumbuh dengan baik.
    Tipe:
    • Yang biasa ditemui adalah Datura candida dan D. guaveolens. Keduanya mempunyai bunga warna putih dan bau yang harum. D. candida adalah pilihan yang lebih baik



    Tips:
    • Membutuhkan udara hangat
    • Cahaya, sebaiknya tidak terkena sinar matahari langsung
    • Jaga kondisi media tetap lembab
    • Penggantian media bila perlu
    • Perbanyakan dengan stek batang

    Aneka Tanaman Pembawa Hoki dan Sial

    Menurut para praktisi spiritual, tanaman memiliki manfaat terhadap tempat yang didiaminya. Tanaman mengandung energi yang bisa membawa keberuntungan atau bahkan membawa sial. Berikut daftar tanaman dan pengaruhnya secara mistis.

    I. Tanaman yang membawa hoki/keberuntungan
    • Bunga Matahari : menciptakan ketentraman, kebahagiaan dan keharmonisan.

    • Bunga Teratai : menciptakan kesejahteraan, kebahagiaan dan suasana yang harmonis.

    • Keladi Besar : menangkal pencuri masuk ke dalam rumah.

    • Kuping Gajah : membawa rejeki.

    • Mawar : mendatangkan rejeki.

    • Palem Ekor Tupai : mendatangkan berkah dan kebajikan.

    • Palem Merah : menjaga dari hal-hal negatif (teluh, santet, guna-guna dll), membawa rejeki.

    • Panchira/pohon uang : membawa rejeki.

    • Pandan : menjaga ayam peliharaan dari serangan musang.

    • Pohon Naga : membawa kesenangan. suasana ceria, dan harmonis.

    • Sedap Malam : menciptakan keharmonisan dan ketentraman.


    II.Tanaman yang membawa sial
    • Anggur : mendatangkan kebangkrutan.

    • Aren : menjadi tempat berkumpul makhluk halus.

    • Belimbing wuluh : jadi sering diganggu makhluk halus.

    • Bougenvil : bapak/anak laki-laki jadi gak betah di rumah.

    • Cabai : membawa perselisihan dan saling curiga.

    • Jagung : jadi sering sakit-sakitan dan sering berselisih dengan tetangga.

    • Nangka : jadi sering sakit-sakitan.

    • Pepaya : membawa sial.

    • Pinang : anak-anak jadi susah diatur, brengsek baik pendidikan maupun moralnya.

    • Pisang hias : membawa sial.

    • Sirsak : jadi tempat makhluk halus yang suka mengganggu ketentraman.


    III. Tanaman yang memiliki “daya linuwih”
    • Bangle : menangkal gangguan makhluk halus.

    • Hanjuang : menolak bahaya, pengusir tikus, serangga dan penyakit dari tanaman padi.

    • Keladi hitam : menangkal hal2 negatif seperti santet, guna2 dsb.

    • Kelor : menangkal hal2 negatif seperti santet, guna2 dsb.

    • Kenanga : menangkal black magic.

    • Melati : membawa keagungan, kesejahteraan dan keharmonisan.

    • Pohon Tiang : suci.

    • Sawo Kecik : membawa kewibawaan dan kehormatan.

    • Tebu Hitam : menangkal black magic.

    sumber: www.indospiritual.com

    Herbal Konsumsi Sekaligus Berkhasiat Penyembuh Dan Cara Menanamnya

    BINGUNG menghabiskan waktu luang? Cobalah menggarap pekarangan rumah Anda. Selain membantu membakar kalori, Anda bisa menanam beragam herbal yang bisa dikonsumsi sekaligus berkhasiat penyembuh.

    Herbal apa saja? Berikut 10 herbal yang bisa menjadi pilihan Anda:

    1. Kemangi
    Manfaat: Daun kemangi mempunyai rasa pedas hangat. Cocok ditambahkan ke dalam sup, saus salad, omelet, daging, unggas dan ikan. Selain itu, kemangi juga bisa digunakan sebagai bahan dasar pesto.

    Cara menanam: Semaikan bibit kemangi terlebih dahulu dan kemudian ditanam. Atau bisa juga langsung menabur bibit dengan jarak yang sesuai.

    2. Chives/sejenis daun bawang
    Manfaat: Daun ini mempunyai rasa bawang merah ringan. Potong-potong dan tambahkan ke dalam salad, telur dan keju, krim keju, kentang, sandwich dan saus.

    Cara menanam: Semai biji dengan kedalaman sekitar setengah inci dan dengan jarak 12 inci di antara tiap baris.

    3. Ketumbar
    Manfaat: Haluskan bijinya hingga menjadi bubuk dan taburkan di atas daging sebelum dimasak. Daun ketumbar muda dikenal dengan cilantro. Akarnya, bisa dibekukan dan digunakan sebagai perasa sup atau dipotong-potong dan disajikan dengan avokat.

    Cara menanam: Semai biji ketumbar dengan kedalaman seperempat inci dan dengan jarak 12 inci di antara baris.

    4. Dill
    Manfaat: Baik biji dan daun dill mempunyai rasa tajam yang agak pahit. Gunakan daun dill kering atau segar untuk menambah rasa ikan, sup, salad, daging, unggas, omelet dan kentang. Taburkan dill di atas ketimun yang sudah dipotong untuk membuatsandwich yang mengenyangkan.

    Cara menanam: Semai biji dengan kedalaman seperempat inci dan jarak sembilan inci di antara baris.

    5. Adas
    Manfaat: Daun adas mempunyai rasa agak manis dan cocok dipadukan dengan saus untuk ikan, daging, sup atau dipadukan denghan salad. Biji adas mempunyai rasa yang lebih tajam.

    Cara menanam: Semaikan tiga atau empat biji adas dengan kedalaman seperempat inci dan jarak 18 inci di antara baris.

    6. Mint
    Manfaat: Rebus daunnya menajdi teh atau gunakan sebagai garnish untuk minuman dingin. Selain itu, taburkan daun mint segar atau kering di atas daging kambing sebelum dimasak.

    Cara menanam: Tanamlah akar mint sepanjang empat hingga enam inci dengan kedalaman dua inci dan jarak 12 di antara baris. Sirami dengan baik.

    7. Peterseli
    Manfaat: Padukan daun peterseli ke dalam sup, bubur, dan omelet. Sajikan daun segar sebagai garnish dengan daging, ikan dan bawang merah.

    Cara menanam: Semai biji dengan jarak sembilan hingga 10 inci.

    8. Sage
    Manfaat: Daun sage kering cocok dipadukan dengan daging domba, babi, sosis, keju serta omelet.

    Cara menanam: Semai bijinya dengan jarak sekitar satu kaki.

    9. Thyme/timi
    Manfaat: Gosokkan daun timi yang sudah dipotong-potong ke dalam daging sapi, domba, atau babi sebelum dipanggang. Selain itu, bisa juga ditaburkan di atas telur, keju, sayuran, ikan atau unggas. Tambahkan ke dalam susu, bubur dan nasi. Rebus menjadi teh dengan sedikit rosemary dan mint.

    Cara menanam: Semai biji timi di dengan kedalaman dangkal dan jarak satu kaki.

    AWETKAN IKAN DENGAN BIJI PICUNG

    AWETKAN IKAN DENGAN BIJI PICUNG
    PENGGUNAAN formalin sebagai pengawet ikan sangat mencemaskan. Hasil survei Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) tahun 2004 di Lampung, Jawa, Bali, dan NTB menunjukkan, banyak sekali nelayan menggunakan formalin 

    PENGGUNAAN formalin sebagai pengawet ikan sangat mencemaskan. Hasil survei Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) tahun 2004 di Lampung, Jawa, Bali, dan NTB menunjukkan, banyak sekali nelayan menggunakan formalin, sejak ikan masih di kapal, setelah ikan didaratkan, dan saat diolah menjadi ikan asin. 

    Padahal, penggunaan formalin sangat membahayakan kesehatan konsumen dan akhirnya merugikan nelayan dan pengolah ikan sendiri karena produknya dijauhi konsumen. Penjualan ikan di berbagai daerah sempat merosot 40 persen karena merebaknya pemberitaan penggunaan formalin pada produk perikanan. 

    Survei BRKP tahun 2004 menunjukkan, formalin ditemukan pada berbagai jenis ikan, dan residu yang tertinggi ditemukan pada cumi asin kering. Dari 43 jenis ikan segar yang diambil sampelnya, 79 persen positif mengandung residu formalin. Dari 43 sampel ikan olahan, 95 persen mngandung residu formalin. Residu yang ditemukan pada ikan segar bervariasi dengan konsentrasi 2-10 mg per kg ikan, sedangkan pada produk olahan residunya jauh lebih tinggi. 

    Menurut Kepala BRKP, Indroyono Soesilo, di Jakarta, Kamis (2/2), setelah dilakukan penyuluhan tahun 2005, pada cumi asin ada kecenderungan penurunan penggunaan formalin. Demikian pula pada 51 sampel ikan segar yang diamati ada penurunan, walaupun 20 persen masih positif mengandung residu formalin. Dari 35 sampel olahan, 17 persen mengandung formalin.

    Formalin dilarang digunakan sebagai pengawet makanan. Senyawa ini bersifat mudah menguap, namun pada ikan akan terikat pada protein sehingga sulit dihilangkan. 

    Dari penelitian yang dilakukan di beberapa tempat, perebusan atau pengukusan selama 10-30 menit memang dapat mereduksi residu formalin sekitar 20-50 persen, tapi tidak dapat menghilangkan secara total. 

    “Untuk mendapatkan bahan alternatif sebagai pengganti formalin, BRKP telah mencoba teknologi tradisional yang telah digunakan oleh masyarakat di Banten, yakni biji picung untuk mengawetkan ikan. Picung ternyata dapat mengawetkan ikan segar lebih dari satu minggu. Kami terus mengembangkan teknologinya,” tutur Indroyono. 

    Dia menjelaskan, seperti halnya pada makanan lain, pembusukan ikan merupakan proses mikrobiologis atau kimiawi, sehingga teknologi yang dapat digunakan untuk menghambat adalah dengan pengontrolan suhu, baik suhu tinggi dengan pemanasan, perebusan, pengasapan, maupun rendah dengan pembekuan atau pendinginan. 

    Pengontrolan juga bisa dilakukan dengan pengaturan keasaman (pH), pengurangan kadar air (pengeringan) atau penggunaan zat pengawet. Berdasarkan pengalaman, penerapan suhu dingin “cold chain system” merupakan cara yang efektif untuk menghambat penurunan mutu atau kesegaran ikan. 

    Teknologi Pendingin 

    BRKP telah menawarkan teknologi Ice Maker yang dapat diaplikasikan di tempat pendaratan atau pelelangan ikan (TPI) dan kapal nelayan. Selain itu juga ditawarkan teknologi Refregerated Salt Water (RSW) yang digunakan di kapal nelayan. Kedua teknologi alat pendingin ini bisa dimanfaatkan untuk mengurangi penggunaan formalin oleh nelayan dalam memperpanjang masa kesegaran ikan. 

    Khusus untuk menghentikan penyalahgunaan formalin, langkah yang dianggap tepat untuk jangka pendek adalah dengan meningkatkan pengawasan oleh aparat dinas yang berlokasi di tempat pemberangkatan kapal penangkap ikan, serta mengambil sampel dan melakukan pengujian cepat (rapid test) pada setiap bulk ikan yang akan didaratkan, khususnya dari setiap palka kapal. 

    Jika ditemukan positif mengandung formalin, harus diberikan tindakan tegas terhadap bulk tersebut, misalnya dengan pemusnahan atau denda yang sangat tinggi, atau tindakan lain yang cukup efektif sebagai terapi kejut. Pengujian yang sama hendaknya juga dilakukan di pengumpul dan tempat-tempat pengolahan ikan. BRKP telah mengembangkan test kit berupa reagent untuk deteksi cepat formalin. 

    situshijau.co.id, 12 februari 2006

    Cek Online Tagihan Listrik

    Category

    agama alam Alat Penangkapan Ikan aneh antivirus Aplikasi HP ARTIKEL Artikel Kehutanan Artikel OM Kris Blog 2012 Artikel Perikanan Artikel Pertanian Artikel Peternakan Artikel Tanaman Pertanian asal usul audio editor Award Bahasa Indonesia bangunan Belajar benda Berita Berita Aneh Unik Biografi Biologi bisnis bisnis oriflame online Blackberry BLOG bola Budi Daya Burner Tool Cara Menanam catatanku cheat cinta Contoh Skripsi Contoh Surat converter Copy Tool desa DIGITAL PRINTING Do'a - Do'a dan Bacaan Islami Drivers dvd ebook EKOR MB PANJANG MENJADI PENDEK fakta film Film Aneh Unik Firefox Fisika Flash Game | Mini Game Foto Aneh Unik gadget Gado-gado games Google Chrome Graphics Hack Tool hewan Hobby hot news Ikan Hias In English indonesia Inspirasi internet Islam jagad raya Jagung Kesehatan Kimia KOBAR Aniversary Konteks Menu klik kanan windows Kontes Seo Kopi Kord Gitar Campuran Kord Gitar Iwan Fals Kord Gitar Slank Kumpulan Album Slank Download kumpulan gambar gerak lain lain Lain-Lain Language LOGO Makalah manusia MELATIH MENTAL MB MUDA Mesin Pertanian Microsoft Word misteri mitos Modem Motivasi movie multimedia Nanas NEWS / BERITA ngakak olah raga Olahraga otomotif Panduan dan Tips pc care pdf reader Peluang Usaha Pendidikan Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Peserta Didik Pengolahan PERAWATAN BURUNG BERKICAU Perencanaan Pernak - Pernik Lebaran photo Plugin PORTFOLIO Produk Profil Usaha Puisi Puisi Cinta Puisi Inspiratif Puisi Rindu Puisi Sedih - Galau Puisi Ucapan Selamat Resep Scripts security Sejarah seni Sensasi Tumbuhan SEPUTAR PAKAN BURUNG Serba-Serbi sexy SISI LAIN SOFTWARE Supranatural Tanaman Tanaman Buah Tanaman Hias Tanaman Hutan Tanaman Obat Tanaman Sayuran Ternak Text Generator Tips Tips Blog Tips Browsing tips komputer tips seo tumbuhan TUTORIAL TUTORIAL DOWNLOAD unik Usaha Sukses Utilities VANILI video player Webcam Website windows Windows 7 Windows 8 Windows Vista Windows XP