POTENSI PELUANG USAHA MUSIMAN JAS HUJAN
Prospek dan Potensi Peluang Bisnis Musiman
Musim hujan memberikan keuntungan tersendiri untuk penjual jas hujan. Ketika musim itu tiba, para penangkap peluang ini mendapat banyak pesanan. Si pembuat pun terus berkarya dan berinovasi. Salah satunya dengan mendesain jas hujan khusus wanita muslimah atau jas hujan dengan beragam motif.
Hujan juga salah satu hal yang paling menyebalkan bagi para pekerja di lapangan. Dikarenakan jika tidak memakai jas hujan, pakaian bisa basah kuyup kena hujan. Hal itulah yang ditangkap pelaku peluang bisnis produsen jas hujan. Musim hujan, tentu masa mendapatkan keuntungan lebih bagi mereka.
Projet Manajer PT Progressio Indonesia di Bandung bernama Sandi Tumenggo mennyatakan, di musim hujan perusahaannya kebanjiran order jas hujan. Progresio menerima pesanan jas hujan dari seluruh Indonesia. Selain dari Bandung, pesanan juga datang dari Sumatera, Kalimantan sampai Papua. Pelanggan tetap Progresio adalah perusahaan tambang, kepolisian, serta perusahaan perkapalan. Dalam setahun, pelanggan itu biasanya memesan jas hujan dua kali.
Di musim hujan, perusahaan sanggup mengerjakan hingga 5.000 unit jas hujan tiap bulan. Sedangkan harga jas hujan ini berkisar Rp.85ribu sampai Rp.125ribu. Dengan produksi sebanyak itu, tak kurang dari Rp.500.000.000 per bulan bisa didapatkan. Progessio menawarkan dua model jas hujan antara lain, jas hujan model baju dan celana serta jas hujan model rok.

Pohon kamboja, khususnya kamboja berbunga putih (Plumeira alba), masih dipandang sebelah mata. Sebab, kebanyakan tanaman ini tumbuh di kuburan. Tidak jarang, orang menyebutnya sebagai bunga kuburan. Bunganya yang telah dikeringkan, lantas ditumbuk halus, banyak dipakai sebagai bahan baku wewangian, kosmetik, industri kerajinan dupa, spa, serta teh herbal.
Untuk harga perkilo, kami tidak mematok harga paten dikarenakan harga yang tidak stabil dan berubah sewaktu-waktu. Jika anda berminat, silahkan hubungi kami atau jika anda ada di Banjarmasin, bisa datang langsung ke tempat kami.







0 komentar:
Posting Komentar